Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Kementerian Luar Negeri Rusia Bantah Sudah Evakuasi Staf Kedutaan Mereka dari Venezuela
Laporan AP menyebutkan kalau para pejabat Rusia secara pribadi menilai situasi di Venezuela dalam "kondisi yang sangat suram"
Kementerian Luar Negeri Rusia Bantah Sudah Evakuasi Staf Kedutaan Mereka dari Venezuela
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Rusia pada Selasa (23/12/2025) membantah laporan kalau mereka mengevakuasi staf dari kedutaan besarnya di Venezuela seiring dengan meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap pemerintahan Presiden Nicolás Maduro.
Bantahan tersebut menyusul laporan Associated Press, mengutip seorang pejabat intelijen Eropa anonim yang mengatakan kalau Moskow telah mulai mengevakuasi keluarga diplomat Rusia dari Venezuela pada Jumat lalu.
Baca juga: Kirim Kapal Induk, AS Bawa 12 Ribu Pasukan ke Pintu Venezuela: Gertakan Ala Trump ke Maduro?
Dalam sebuah unggahan di X, Kementerian Luar Negeri Rusia membantah laporan tersebut sebagai tidak benar tetapi tidak secara spesifik membahas apakah keluarga para diplomat telah dipindahkan.
“Berhati-hatilah dan jangan terpancing oleh provokasi Barat!” kata kementerian tersebut.
Laporan AP menyebutkan kalau para pejabat Rusia secara pribadi menilai situasi di Venezuela dalam "kondisi yang sangat suram" seiring dengan intensifikasi operasi militer dan peringatan yang ditujukan kepada Caracas oleh Washington.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berbicara melalui telepon pada Senin dengan Menteri Luar Negeri Venezuela Yván Gil, menyampaikan apa yang digambarkan kementerian sebagai "dukungan penuh" Moskow untuk pemerintahan Maduro dan "keprihatinan serius" atas meningkatnya tindakan AS di Laut Karibia.
Blokade AS Dinilai Sebagai Pembajakan Kriminal
Gil mengutuk serangan AS baru-baru ini terhadap kapal-kapal yang dikenai sanksi, dan menggambarkannya sebagai "tindakan pembajakan yang melanggar hukum."
Sejak September, pasukan AS telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang menurut pemerintahan Trump terlibat dalam perdagangan narkoba di Karibia dan Pasifik timur.
Para pejabat AS belum memberikan bukti secara terbuka untuk mendukung klaim tersebut.
Menurut keluarga korban dan pejabat, lebih dari 100 orang tewas dalam operasi tersebut, termasuk nelayan.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa "tindakan Washington yang semakin meningkat" dapat memiliki "konsekuensi yang luas bagi kawasan tersebut" dan menimbulkan ancaman bagi pelayaran internasional.
Kementerian tersebut menegaskan kembali solidaritas Moskow dengan kepemimpinan Venezuela.
(oln/tmt/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Donald-Trump-merilis-video-militer-AS-yang-menyerang-kapal-Venezuela.jpg)