Konflik Rusia Vs Ukraina
Paus Leo XIV Sedih setelah Rusia Tolak Gencatan Senjata Natal
Paus Leo XIV menyerukan gencatan senjata Natal untuk Rusia dan Ukraina serta pihak-pihak yang berperang di berbagai negara.
Ringkasan Berita:
- Paus Leo XIV menyerukan gencatan senjata bagi Rusia dan Ukraina, serta pihak lain yang berkonflik.
- Rusia menolak gencatan senjata apa pun yang dianggap menguntungkan Ukraina.
- Perang Rusia–Ukraina masuki hari ke-1400 ketika Zelenskyy mengatakan Ukraina menyusun draft tentang syarat mengakhiri perang.
TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV menyerukan gencatan senjata global pada Hari Natal untuk pihak-pihak yang berperang, termasuk Rusia dan Ukraina.
"Saya memperbarui permintaan saya kepada semua orang yang berkehendak baik untuk menghormati hari perdamaian – setidaknya pada hari raya kelahiran penyelamat kita," kata Leo kepada wartawan di kediamannya dekat Roma pada hari Selasa (23/12/2025).
Paus Leo XIV mengungkapkan kesedihannya karena Rusia mengisyaratkan penolakan gencatan senjata Natal.
"Di antara hal-hal yang menyebabkan saya sangat sedih adalah kenyataan bahwa Rusia tampaknya telah menolak permintaan untuk gencatan senjata," katanya.
Beliau kemudian merujuk pada konflik dan perang lainnya, menyerukan gencatan senjata global setidaknya selama 24 jam pada hari Natal tanggal 25 Desember 2025.
"Saya berharap mereka akan mendengarkan dan akan ada 24 jam perdamaian di seluruh dunia," kata Paus Leo XIV.
Rusia telah berulang kali menolak seruan untuk gencatan senjata dalam perangnya di Ukraina, dengan mengatakan hal itu hanya akan memberikan keuntungan militer kepada Ukraina.
Pekan lalu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov secara efektif menolak seruan Kanselir Jerman Friedrich Merz untuk kemungkinan gencatan senjata dalam perang selama Natal.
Kremlin menjawab mereka tidak menginginkan gencatan senjata yang akan memberi Kyiv jeda dan kesempatan untuk mempersiapkan kelanjutan perang, tetapi perdamaian penuh, dikutip dari Pravda.
Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1400 pada Rabu (24/12/2025), menandai berlanjutnya konflik panjang yang berawal dari invasi besar-besaran Rusia pada 24 Februari 2022.
Baca juga: Rusia Siap Secara Resmi Menyatakan Tak Akan Menyerang NATO, Intelijen AS Mewanti-wanti
Perang antara Rusia dan Ukraina tak lepas dari sejarah geopolitik setelah runtuhnya Uni Soviet.
Sejak saat itu, Ukraina secara bertahap mempererat hubungan dengan negara-negara Barat, termasuk wacana bergabung dengan NATO dan Uni Eropa.
Langkah tersebut dipandang Rusia sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional serta pengaruhnya di kawasan Eropa Timur.
Ketegangan pun semakin meningkat setelah terjadinya Revolusi Maidan yang menumbangkan presiden pro-Rusia di Ukraina pada tahun 2014.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/P4US-LE0-XIV-23423423.jpg)