Senin, 18 Mei 2026

Tak Cukup Hanya di Suriah, AS Juga Serang Militan ISIS di Nigeria

Setelah melakukan 'serangan balasan' di Suriah, AS juga melakukan serangan terhadap militan ISIS di barat laut Nigeria.

Tayang:
YouTube FOX 32 Chicago
AS SERANG ISIS - Presiden AS, Donald Trump mengatakan militer AS telah melancarkan serangan mematikan terhadap pasukan ISIS di Nigeria, Kamis (25/12/2025). Trump menyebut serangan ini sebagai tindakan balasan atas dugaan penganiayaan dan pembunuhan terhadap umat Kristiani di Nigeria. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump telah memberikan perintah untuk melakukan serangan besar-besaran terhadap kelompok ISIS di Nigeria, Kamis (25/12/2025).
  • Serangan AS di Nigeria ini terjadi seminggu setelah Trump memerintahkan 'serangan balasan' terhadap ISIS di Suriah.
  • Trump menyebut serangan tersebut sebagai tindakan balasan atas dugaan penganiayaan dan pembunuhan terhadap umat Kristiani di wilayah tersebut.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan militer AS telah meluncurkan serangan udara besar-besaran terhadap target-target kelompok militan ISIS di wilayah barat laut Nigeria.

Operasi militer ini dilakukan tepat pada malam Natal, Kamis (25/12/2025) waktu setempat.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyebut serangan tersebut sebagai tindakan balasan atas dugaan penganiayaan dan pembunuhan terhadap umat Kristiani di wilayah Nigeria.

"Malam ini, atas arahan saya sebagai Panglima Tertinggi, Amerika Serikat meluncurkan serangan mematikan terhadap teroris ISIS di Nigeria Barat Laut, yang telah menargetkan dan membantai warga sipil, terutama umat Kristiani yang tidak bersalah," tulis Trump dalam unggahannya.

Trump menegaskan dirinya telah memberikan peringatan keras kepada kelompok militan tersebut sebelum melancarkan aksi militer.

Axios melaporkan, Trump menyebut tingkat kekerasan yang terjadi di Nigeria merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

"Saya sebelumnya telah memperingatkan para teroris ini bahwa jika mereka tidak menghentikan pembantaian terhadap umat Kristiani, maka akan ada harga mahal yang harus dibayar."

"Dan malam ini, hal itu terjadi," tambah sang Presiden.

Departemen Perang AS melaporkan bahwa serangan udara tersebut berjalan dengan presisi dan mengenai sejumlah titik strategis ISIS.

Meski demikian, rincian mengenai jumlah korban jiwa di pihak militan maupun kerusakan infrastruktur belum dirilis secara detail.

Sebelumnya, AS telah melakukan serangan besar-besaran terhadap ISIS di Suriah.

Baca juga: Trump Klaim AS Lancarkan Serangan Mematikan ke ISIS di Nigeria Barat Laut

Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan jet tempur, helikopter serang, dan artileri "menyerang lebih dari 70 target di berbagai lokasi di Suriah tengah". Pesawat dari Yordania juga terlibat.

Disebutkan operasi tersebut "menggunakan lebih dari 100 amunisi presisi" yang menargetkan infrastruktur dan lokasi senjata ISIS yang telah diketahui.

Trump mengatakan "kami menyerang dengan sangat kuat" terhadap benteng-benteng ISIS, menyusul serangan mendadak ISIS pada 13 Desember 2025 di Kota Palmyra yang menewaskan dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil AS.

Kekerasan yang Berlanjut

Nigeria telah bergulat selama bertahun-tahun dengan masalah keamanan yang mengakar kuat yang dipicu oleh berbagai faktor, termasuk serangan yang dimotivasi oleh agama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved