Jepang Dirikan Kantor Khusus Awasi Militer China
Pembentukan kantor khusus ini menurutnya, dipicu oleh meningkatnya aktivitas militer China di sekitar wilayah Jepang
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Jepang menyiapkan kantor khusus di bawah Kementerian Pertahanan untuk memantau dan menganalisis aktivitas militer China secara real time
- Unit intelijen ini dibentuk menyusul meningkatnya operasi kapal induk dan latihan militer China di sekitar Taiwan, Kepulauan Nansei, hingga Iwo Jima
- Langkah ini sejalan dengan Strategi Keamanan Nasional 2022 guna memperkuat peringatan dini dan postur pertahanan Jepang.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pemerintah Jepang tengah menyiapkan kantor khusus untuk memantau dan menganalisis aktivitas militer China, sebuah langkah strategis yang menandai peningkatan kewaspadaan Tokyo di tengah eskalasi ketegangan keamanan kawasan Asia Timur dan Indo-Pasifik.
"Unit baru ini berada di bawah Kementerian Pertahanan Jepang dan dirancang sebagai divisi analisis terfokus yang menangani pergerakan, doktrin, serta kemampuan persenjataan militer China secara komprehensif dan berkelanjutan. Hingga kini, nama resmi kantor tersebut belum diumumkan, karena masih dalam tahap finalisasi struktur, personel, dan penganggaran," ungkap sumber pertahanan Jepang kepada Tribunnews.com hari Sabtu (27/12/2025).
Dipicu Aktivitas Militer China yang Meningkat
Pembentukan kantor khusus ini menurutnya, dipicu oleh meningkatnya aktivitas militer China di sekitar wilayah Jepang dan jalur laut strategis Indo-Pasifik.
Aktivitas tersebut meliputi operasi kapal induk, penerbangan pesawat militer jarak jauh, serta latihan gabungan angkatan laut dan udara di sekitar Taiwan dan Kepulauan Nansei.
Baca juga: China Jatuhkan Sanksi ke 30 Perusahaan dan Individu AS Terkait Penjualan Senjata ke Taiwan
Perhatian Tokyo semakin tajam setelah dua kapal induk China terdeteksi beroperasi secara bersamaan di sekitar Pulau Iwo Jima, wilayah strategis Jepang di Samudra Pasifik.
Pemerintah Jepang menilai kejadian itu sebagai indikasi kemampuan Beijing memproyeksikan kekuatan militer jarak jauh, melampaui kawasan Laut China Timur.
Pusat Intelijen dan Analisis Strategis
Berbeda dari unit tempur, kantor khusus ini akan berfungsi sebagai pusat intelijen–analisis strategis. Tugas utamanya antara lain nemantau pergerakan militer China secara real time, memanfaatkan data satelit, radar, patroli udara–laut, serta laporan intelijen dari negara mitra.
Menganalisis doktrin dan pola operasi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), termasuk pemanfaatan drone, kecerdasan buatan (AI), dan sistem anti-akses/penolakan wilayah (A2/AD).
Memberikan peringatan dini (early warning) kepada pimpinan pertahanan dan pembuat kebijakan jika terjadi peningkatan risiko eskalasi konflik.
Menyusun rekomendasi kebijakan sebagai dasar penyesuaian strategi pertahanan dan alokasi anggaran.
Dalam pelaksanaannya, unit ini akan berkoordinasi erat dengan Intelligence Headquarters (情報本部) serta Staf Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang (統合幕僚監部) guna memastikan integrasi analisis lintas-matra.
Sejalan dengan Strategi Keamanan Nasional
Pembentukan kantor khusus ini sejalan dengan Strategi Keamanan Nasional Jepang 2022, yang secara eksplisit menyebut China sebagai tantangan strategis terbesar bagi keamanan Jepang. Dokumen tersebut mendorong peran militer yang lebih proaktif dalam kerangka aliansi Jepang–Amerika Serikat.
Pemerintahan Sanae Takaichi juga tengah mempercepat penguatan postur pertahanan nasional, termasuk pengembangan kemampuan serangan jarak jauh (counterstrike) serta sistem pertahanan nirawak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jepanggg122.jpg)