Refleksi 2025: Hegemoni China Menguat di Asia Tenggara, Prabowo Bawa RI Makin Dekat ke Beijing
Dalam politik internasionalnya China selalu menempatkan dirinya sebagai pusat dunia.
Ringkasan Berita:
- Kiprah China di Asia Tenggara makin menguat di sepanjang 2025 ini terutama hubungan kemitraannya dengan ASEAN dan hubungan bilateral dengan negara-negara Asia Tenggara,
- China saat ini menjadi satu dari 10 kekuatan ekonomi terbesar dunia dan kekuatan tiga terbesar ekonomi dunia bersama-sama dengan Amerika Serikat dan India.
- Prabowo menjalankan gaya kepemimpinan nasionalisme keamanan Indonesia ala militer dan pragmatisme ekonomi ala pengusaha ketika menghadapi China.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kiprah China di Asia Tenggara makin menguat di sepanjang 2025 ini.
Tidak hanya hubungan kemitraan dengan ASEAN sebagai organisasi negara-negara Asia Tenggara tetapi juga hubungan bilateral dengan negara-negara di kawasan ini.
Hal menariknya, China memiliki skema perjanjian bilateral yang unik dan berbeda dengan setiap negara mitranya di Asia Tenggara, termasuk dengan Indonesia, Malaysia, China, bahkan Vietnam.
Kemitraan China dengan negara-negara di kawasan ini sudah menyelusup ke banyak bidang dan sektor, tidak hanya di bidang politik, pertahanan dan keamanan serta ekonomi dan perdagangan serta investasi, tapi juga di bidang pendidikan, kebudayaan hingga sosial.
Kiprah China dan inter-relasinya dengan negara-negara di Asia Tenggara dan juga dengan Indonesia menjadi bahasan menarik di acara diskusi bertajuk Refleksi 2025: Relasi China, Asia Tenggara dan Indonesia yang diselenggarakan Forum Sinologi Indonesia (FSI) dan diikuti Tribunnews.com di Hotel Horison, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 29 Desember 2025.
China Jadi Pusat Dunia
Teguh Rezasyah PhD, Dosen Hubungan Internasional Universitas Presiden, Jababeka, Cikarang, mengatakan dalam politik internasionalnya China selalu menempatkan dirinya sebagai pusat dunia.
Hal itu seiring dengan makin kuatnya perekonomian China di dunia serta kiprahnya di geopolitik dunia. China saat ini menjadi satu dari 10 kekuatan ekonomi terbesar dunia dan kekuatan tiga terbesar ekonomi dunia bersama-sama dengan Amerika Serikat dan India.
Betapa besarnya kekuatan dan pengaruh China pada geoekonomi dan politik dunia disadari banyak pemimpin negara di dunia.
"Para pemimpin dunia banyak yang melakukan kunjungan luar negeri pertamanya ke China. China juga ingin menunjukkan, kami paham kamu maunya apa," ungkap Teguh Rezasyah.
"China saat ini jadi 10 kontributor perekonomian dunia. Meski ribut dengan Filipina di Laut China Selatan tapi investasi China di Filipina sangat besar."
"China berkontribusi 22,6 persen terhadap pertumbuhan ekonomi dunia disusul India 12,9 persen dan AS 11,3 persen dan sejak China bergabung masuk ke WTO di 2010, China menjadi 3 besar kekuatan dunia," sebut Teguh Rezasyah.
Tahun 2030 nanti, China diprediksi menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia melampaui kekuatan ekonomi Amerika Serikat dengan kontribusi mencapai 18 persen, disusul India yang menyalip AS sebesar 10 persen dan kemudian AS di urutan ketiga.
Hal menarik lainnya dari China saat ini adalah negara ini relatif stabil kondisi politik dalam negerinya.
Hal itu membuat China fokus mengejar target-target dan ambisi globalnya. "Tantangan domestik China relatif minim karena negara ini relatif sangat stabil," ujar Teguh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/diikuti-Tribunnews-di-Hotel.jpg)