Minggu, 7 Juni 2026

Ritual Pengusiran Setan di China Berujung Kematian, Ibu Dipidana karena Kelalaian

Percaya anaknya kerasukan, ibu di China lakukan ritual eksorsisme hingga korban tewas. Ia dijatuhi hukuman penjara bersyarat

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
NST
ILUSTRASI MAYAT - Seorang ibu di China selatan dijatuhi hukuman pidana usai  tanpa sengaja menewaskan putrinya ketika melakukan ritual pengusiran setan. Laporan terbaru Kejaksaan Rakyat Kota Shenzhen, pengadilan di Shenzhen, Provinsi Guangdong, pada Juli menjatuhkan hukuman penjara 3 tahun dengan masa percobaan empat tahun kepada ibu bermarga Li. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang ibu di Shenzhen dijatuhi hukuman penjara tiga tahun dengan masa percobaan empat tahun setelah tanpa sengaja menewaskan putrinya saat ritual pengusiran setan
  • Ia menekan dada korban dan menuangkan air ke tenggorokan untuk memicu muntah karena percaya putrinya kerasukan
  • Pengadilan menilai perbuatan itu sebagai kelalaian yang menyebabkan kematian

TRIBUNNEWS.COM, CHINA - Seorang ibu di China selatan dijatuhi hukuman pidana usai  tanpa sengaja menewaskan putrinya ketika melakukan ritual pengusiran setan.

Laporan terbaru Kejaksaan Rakyat Kota Shenzhen, pengadilan di Shenzhen, Provinsi Guangdong, pada Juli menjatuhkan hukuman penjara 3 tahun dengan masa percobaan empat tahun kepada ibu bermarga Li.

Li dan kedua putrinya diketahui terobsesi dengan praktik takhayul yang melibatkan keyakinan pada telepati dan pengobatan spiritual.

Mereka sering merasa sedang diserang dan kerasukan setan dan percaya jiwa mereka telah dijual.

Pada Desember tahun lalu, putri bungsu Li yang bermarga Xie tiba-tiba mengaku kerasukan roh jahat.

Baca juga: Kemenkes Soroti Peredaran Obat China di Marketplace: Tak Semua Manjur dan Belum Tentu Aman

Dikutip dari SCMP, ia meminta ibunya serta kakaknya yang juga bermarga Xie melakukan ritual pengusiran setan.

Ritual tersebut mencakup tindakan menekan keras dada korban dan menuangkan air ke tenggorokannya untuk memicu muntah.

Li dan putri sulungnya melakukannya tanpa ragu.

Di tengah ritual, korban bahkan mengatakan ritual itu berhasil dan meminta mereka melanjutkan.

Keesokan paginya, anggota keluarga lain menemukan mulut korban berdarah dan segera melapor ke polisi.

Petugas medis yang datang ke lokasi menyatakan korban telah meninggal dunia.

Pengadilan menyatakan Li bersalah atas tindak pidana kelalaian yang menyebabkan kematian, dengan mempertimbangkan bahwa ia dan putri sulungnya berniat membantu korban.

Putri sulung Li dijatuhi hukuman yang sama.

Kasus ini memicu kecaman luas di media sosial.

“Ini kasus yang mengerikan dan konyol,” tulis seorang warganet.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved