Konflik Rusia Vs Ukraina
Ukraina Bantah Rusia soal Serangan Mematikan di Kherson: Kami Targetkan Militer
Ukraina membantah Rusia soal serangan mematikan di wilayah Kherson yang diduduki. Ukraina mengklaim mereka menargetkan militer Rusia.
Ringkasan Berita:
- Militer Ukraina membantah Rusia soal serangan mematikan di wilayah Kherson yang diduduki, menegaskan mereka hanya menargetkan militer Rusia.
- Pejabat Rusia di Kherson mengatakan Ukraina meluncurkan drone ke Kherson pada Kamis malam, menewaskan setidaknya 24 warga sipil dan melukai 50 lainnya.
- Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.409 ketika Rusia dan Ukraina saling tuduh soal serangan di Kherson.
TRIBUNNEWS.COM - Ukraina menanggapi tuduhan Rusia mengenai serangan di Kota Kherson, Ukraina, yang diduduki Rusia.
Juru bicara Staf Umum Ukraina, Dmytro Lykhovii, menyatakan informasi serangan malam 1 Januari 2026 yang dirilis pihaknya sudah lengkap, menegaskan Ukraina hanya menargetkan sasaran militer dan energi.
Ia menuduh Rusia menyebarkan disinformasi untuk memengaruhi opini internasional dan negosiasi perdamaian.
Pernyataan ini menanggapi klaim otoritas pendudukan Kherson yang menyebut serangan drone mengenai kafe dan hotel di Khorly hingga menewaskan warga sipil.
"Pasukan Pertahanan Ukraina mematuhi norma-norma Hukum Kemanusiaan Internasional. Mereka menyerang secara eksklusif sasaran militer Rusia, fasilitas kompleks bahan bakar dan energi Rusia, dan sasaran sah lainnya," kata Dmytro Lykhovii, Kamis (1/1/2026).
"Sebaliknya, para propagandis Rusia dan kepemimpinan militer-politik Federasi Rusia telah berulang kali menggunakan disinformasi dan pernyataan palsu, khususnya dengan tujuan memengaruhi mitra internasional Ukraina dan jalannya negosiasi perdamaian," tambahnya.
Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Selatan melaporkan bahwa pasukan pertahanan Ukraina menghancurkan kompleks rudal dan senjata anti-pesawat Rusia "Tunguska" di wilayah Kherson.
Tiga unit Pasukan Pertahanan ikut serta dalam penghancuran peralatan tersebut.
Sebelumnya, pejabat Rusia yang dipasang di Kherson yang diduduki, menuduh Ukraina meluncurkan serangan mematikan selama perayaan Tahun Baru terhadap sebuah hotel pada Kamis.
Pejabat Rusia melaporkan setidaknya 24 orang tewas, termasuk seorang anak laki-laki berusia lima tahun, dan lebih dari 50 orang terluka.
Baca juga: Rusia Lanjutkan Perang hingga 2026, Tembakkan 200 Drone ke Ukraina, Targetkan Infrastruktur Energi
"Serangan itu terjadi sesaat sebelum tengah malam setelah sebuah pesawat tak berawak pengintai mengamati area tersebut," kata Vladimir Saldo, Gubernur Kherson yang dipasang Rusia, dalam sebuah unggahan di Telegram pada hari Kamis.
Ia mengatakan tiga pesawat tak berawak kemudian menghantam tempat yang ramai tersebut, memicu kebakaran besar yang menghanguskan bangunan.
Salah satu pesawat tak berawak dilaporkan membawa campuran bahan pembakar.
Rusia mengatakan para korban adalah warga sipil yang merayakan Tahun Baru dan menegaskan tidak ada target militer yang hadir, lapor Russia Today.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Volodymyr-Z3l3nskyy-253465346t34t34t4.jpg)