Rabu, 3 Juni 2026

Modernisasi Angkatan Laut China 2026, Tantang Dominasi AS di Pasifik

China diperkirakan akan mempercepat modernisasi angkatan lautnya pada 2026, dengan armada terbesar di dunia dan ambisi menandingi dominasi Amerika.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
Xinhua/Li Gang
KAPAL INDUK - Upacara peresmian dan pengibaran bendera di kapal induk pertama China, Fujian, yang dilengkapi ketapel elektromagnetik, digelar di pelabuhan angkatan laut di Kota Sanya, Provinsi Hainan, China selatan, pada 5 November 2025. China diperkirakan akan mempercepat modernisasi angkatan lautnya pada 2026, dengan armada terbesar di dunia dan ambisi menandingi dominasi Amerika. 

Sementara itu, Angkatan Laut AS masih menghadapi tantangan dalam program fregatnya sendiri, meskipun berupaya mempercepat pembangunan kapal perang sebagai bagian dari inisiatif “Armada Emas” Presiden Donald Trump.

Operasi Jarak Jauh

Pelayaran keliling Australia dan operasi gabungan dua kapal induk di Pasifik Barat menunjukkan meningkatnya kemampuan China untuk menjalankan operasi jarak jauh.

Menurut Shugart, misi tersebut, membantu China mengasah kemampuan komando, kendali, dan logistik, sekaligus membiasakan kehadiran militernya di kawasan yang sebelumnya jarang dijangkau.

Meski demikian, China masih tertinggal dibandingkan Amerika Serikat yang memiliki jaringan pangkalan militer global.

Saat ini, China hanya memiliki dua fasilitas militer di luar negeri, yakni di Djibouti, Afrika Timur dan Ream, Kamboja.

Pentagon memperkirakan, China tengah mempertimbangkan sejumlah lokasi tambahan di Afrika, Asia, Karibia, dan Pasifik untuk memperluas jangkauan militernya.

Kekhawatiran meningkat di kalangan sekutu AS, terutama setelah kapal induk China beroperasi di dekat Australia dan Jepang.

Menurut analis, langkah tersebut menunjukkan upaya China untuk menegaskan kemampuannya beroperasi di wilayah yang selama ini dianggap sebagai zona pengaruh Amerika dan sekutunya.

“Pengerahan kapal induk Liaoning di dekat Jepang pada Desember 2025 menjadi sinyal yang mengkhawatirkan,” kata Shugart, merujuk pada meningkatnya ketegangan di sekitar Taiwan.

Ambisi Armada Masa Depan

Para analis memperkirakan, Angkatan Laut China akan terus memperluas jangkauan operasinya pada 2026, termasuk meningkatkan frekuensi dan durasi penugasan di laut lepas.

“Misi lintas samudra, termasuk melintasi Garis Tanggal Internasional, kemungkinan akan menjadi bagian dari strategi ke depan,” ujar Alex Luck, analis pertahanan yang berbasis di Australia.

Meski demikian, fokus utama China diperkirakan tetap berada di kawasan Pasifik Barat dan Samudra Hindia, terutama terkait Taiwan.

Baca juga: Ancaman Belum Hilang, Taiwan Siaga Tinggi meski Armada Perang China Mundur

Pentagon menilai, China berambisi memiliki hingga sembilan kapal induk di masa depan, jumlah yang berpotensi melampaui kehadiran Angkatan Laut AS di kawasan Pasifik.

Luck juga menyoroti pembangunan kapal induk baru di galangan Jiangnan dan Dalian, serta meningkatnya aktivitas pengembangan kapal selam nuklir, termasuk kelas Tipe 093B dan generasi terbaru Tipe 041.

Selain itu, China terus mengembangkan kemampuan pendaratan amfibinya.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved