Senin, 5 Januari 2026

Amerika Versus Venezuela

Profil Presiden Venezuela Maduro yang Dikabarkan Ditangkap AS: Mantan Sopir Bus

Maduro menduduki Presiden Majelis Nasional dari tahun 2005 hingga 2006, kemudian menjadi Menteri Luar Negeri dari tahun 2006 hingga 2012

Penulis: Erik S
Instagram @nicolasmaduro
DITANGKAP AS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro (63) dan istrinya telah ditangkap oleh otoritas AS. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump mengklaim Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya ditangkap dalam operasi besar di Caracas, namun belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Venezuela.
  • Nicolás Maduro adalah presiden Venezuela sejak 2013 dan dikenal sebagai penerus Hugo Chávez dengan latar belakang aktivis buruh dan politik sayap kiri.
  • Klaim penangkapan ini memicu ketegangan, termasuk penutupan sementara wilayah udara Venezuela oleh otoritas AS.

TRIBUNNEWS.COM, CARACAS- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro (63) dan istrinya telah ditangkap oleh otoritas AS.

Penangkapan tersebut dalam sebuah operasi besar yang terjadi di Caracas pada dini hari, Sabtu (3/1/2026).

Siapa sosok Maduro?

Pria bernama lengkap Nicolas Maduro Moros ini lahir di Caracas, Venezuela, 23 November 1962.

Baca juga: Trump Klaim Presiden Venezuela Nicolás Maduro & Istri Ditangkap AS, Operasi Besar Guncang Venezuela

Ayah politikus Nicolás Maduro Guerra itu tumbuh di sebuah keluarga berpenghasilan menengah di Caracas. Ayahnya terlibat dalam politik sayap kiri dan gerakan buruh.

Minat awal Maduro dalam politik sayap kiri telah membawanya mengejar pelatihan sebagai organisatoris dibandingkan dengan pendidikan formal di universitas.

Saat bekerja sebagai sopir bus di Caracas, dia menjadi perwakilan di serikat pekerja transportasi dan naik pangkat di dalamnya.

Ketika Hugo Chávez, yang saat itu seorang perwira militer, dipenjara pada tahun 1992 setelah memimpin upaya kudeta yang gagal, Maduro dan calon istrinya, Cilia Flores, yang saat itu seorang pengacara muda, berkampanye untuk pembebasan Chávez, yang akhirnya terjadi pada tahun 1994.

Karier Politik

Karier politik  Maduro berkembang di bawah Presiden Hugo Chávez. Saat itu, Maduro menduduki Presiden Majelis Nasional dari tahun 2005 hingga 2006, kemudian menjadi Menteri Luar Negeri dari tahun 2006 hingga 2012.

Kariernya kemudian melesat sebagai sebagai wakil presiden Venezuel dari tahun 2012 hingga 2013 di bawah Chávez. Setelah kematian Chávez pada 5 Maret 2013, Maduro mengambil alih kepresidenan.

Pemilihan presiden khusus diadakan pada 14 April 2013,  Maduro dinyatakan sebagai pemenang dengan 50,62 persen suara sebagai kandidat Partai Sosialis Bersatu Venezuela.

Ia telah memerintah Venezuela melalui dekrit sejak tahun 2015 melalui kekuasaan yang diberikan kepadanya oleh badan legislatif partai yang berkuasa.

Baca juga: Maduro Buka Opsi Dialog dengan Trump Terkait Isu AS-Venezuela

Hugo Chavez sebelum meninggal dunia pun mengatakan dengan tegas bahwa Maduro adalah pengganti yang tepat. Kedekatannya dengan Chavez membuat memiliki makna tersendiri bagi Maduro. Ia kerap menyebut dirinya sebagai putra Chavez saat berkampanye.

Pada Mei 2016, Maduro mendeklarasikan keadaan darurat beberapa jam setelah pejabat intelijen AS memperingatkan Amerika Selatan sedang berada di ujung disintegrasi. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved