Iran Chaos, Aksi Demo Lintas Kota yang Makin Menggila Picu Pemadaman Internet Nasional
Demo lintas kota makin menggila usai krisis ekonomi. Pemerintah putus internet nasional, bentrokan pecah, korban berjatuhan, tekanan global meningkat.
Ringkasan Berita:
- Iran mengalami pemadaman internet sejak 8 Januari 2026, menyusul meluasnya aksi demo lintas kota yang dipicu krisis ekonomi dan anjloknya nilai rial ke titik terendah sepanjang sejarah.
- Protes bermula dari penutupan pasar di Teheran sejak 28 Desember 2025 berkembang menjadi demonstrasi massal diwarnai bentrokan dan korban tewas.
- Pemerintah mematikan internet sebagai langkah pengamanan, untuk memutus koordinasi demonstran, membatasi penyebaran video kekerasan, dan mengendalikan narasi publik.
TRIBUNNEWS.COM - Iran dilaporkan mengalami pemadaman internet secara nasional, di tengah memuncaknya gelombang aksi protes terbesar dalam hampir dua pekan terakhir.
Sejumlah laporan menyebutkan layanan internet mulai terputus sejak Kamis (8/1/2026), memicu gangguan sistem telepon seluler di berbagai wilayah.
Adapun pemadaman terjadi setelah gelombang protes pecah pada 28 Desember 2025, buntut anjloknya mata uang rial Iran ke titik terendah sepanjang sejarah.
Kondisi ini diperburuk dengan munculnya krisis ekonomi, melonjaknya harga kebutuhan pokok, serta tekanan akibat sanksi internasional memicu kemarahan publik.
Sederet alasan tersebut sontak mendorong warga Iran turun ke jalanan. Awalnya, aksi dilakukan dalam bentuk penutupan pasar di Teheran, sebelum berkembang menjadi demonstrasi jalanan.
Akan tetapi dalam hitungan hari, protes menyebar cepat ke berbagai wilayah, dari kota-kota besar hingga daerah pinggiran.
Memasuki awal Januari, skala aksi meningkat drastis. Demonstrasi berlangsung serentak di ratusan lokasi.
Termasuk di ibu kota Teheran, Abadan, Kermanshah, hingga wilayah barat dan selatan Iran. Bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran pun tak terhindarkan.
Pada 7 Januari, situasi mencapai titik kritis. Hari itu disebut kelompok hak asasi manusia sebagai hari paling berdarah, dengan belasan demonstran dilaporkan tewas.
Berbagai Video dan foto bentrokan yang beredar luas di media sosial memperlihatkan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat.
Namun sehari kemudian, 8 Januari, lembaga pemantau internet global Netblocks melaporkan adanya penurunan drastis lalu lintas data, menandakan Iran berada dalam kondisi pemadaman internet nasional.
Bersamaan dengan itu, layanan telepon seluler dan aplikasi pesan instan dilaporkan ikut terganggu di banyak wilayah.
Pemerintah Mematikan Internet
Pemadaman internet nasional yang diberlakukan pemerintah Iran dipandang sebagai langkah pengamanan darurat untuk mengendalikan situasi di tengah meluasnya aksi demonstrasi.
Mengutip dari Straits Times, Otoritas menilai bahwa jaringan internet telah menjadi alat utama koordinasi massa, terutama melalui media sosial dan aplikasi pesan instan yang sulit dilacak.
Dalam beberapa hari terakhir, para demonstran diketahui saling berbagi informasi waktu dan lokasi aksi, rute pergerakan, hingga peringatan keberadaan aparat keamanan secara real time.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Demonstrasi-Iran-2.jpg)