Pengusaha Jepang Ini Ungkap Penyiar akan Jadi Profesi Pertama yang Hilang karena AI
Tokoh publik Jepang Takafumi Horie menyebut penyiar jadi profesi pertama yang akan tergeser AI: tanpa skandal, tak mengeluh, dan lebih aman bagi media
Ringkasan Berita:
- Pengusaha Jepang Takafumi Horie menilai penyiar akan menjadi profesi yang paling cepat terdampak perkembangan AI
- Dalam acara TBS Sunday Japon, ia menyebut AI mampu berbicara natural, membaca naskah stabil, dan bebas risiko skandal
- Menurutnya, bagi perusahaan media, AI lebih aman dan efisien dibanding manusia. Pernyataan ini memicu perdebatan luas soal masa depan dunia kerja dan disrupsi AI di industri media Jepang
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pengusaha sekaligus tokoh publik Jepang, Takafumi Horie (53), tampil dalam saluran YouTube resmi TBS Sunday Japon tanggal 11 Januari 2026.
Dalam tayangan tersebut, Horie membahas tema besar Evolusi AI dan menyampaikan pandangannya mengenai profesi yang paling cepat terdampak oleh perkembangan kecerdasan buatan.
Dalam diskusi tersebut, muncul pertanyaan, pekerjaan seperti apa yang akan hilang terlebih dahulu karena AI?
Tanpa ragu, Horie langsung menjawab singkat. “Penyiar,” katanya.
Pernyataan tersebut sontak mematik perhatian publik Jepang.
Menurut Horie, alasan utamanya adalah karena AI tidak memiliki skandal dan tidak pernah mengeluh.
Baca juga: Penyiar Televisi Jepang Ini Terpikat Keindahan Alam dan Budaya Indonesia, Ingin Tinggal di Bali
“Kalau saya seorang manajer, orang pertama yang akan saya potong adalah penyiar,” ujarnya secara blak-blakan kepada penyiar TBS, Yuko Wakabayashi.
Horie menilai, dengan kemampuan AI yang semakin natural dalam berbicara, membaca naskah, serta menyampaikan informasi secara stabil, peran penyiar manusia terutama untuk tugas-tugas rutin akan semakin mudah digantikan.
AI dianggap lebih aman bagi perusahaan karena tidak membawa risiko reputasi seperti kontroversi pribadi, pelanggaran etika, atau masalah internal.
Komentar Horie ini kembali memicu perdebatan di kalangan publik Jepang tentang masa depan dunia kerja di era AI.
Banyak yang melihat pernyataannya sebagai peringatan keras bahwa profesi yang selama ini dianggap aman di industri media pun tidak lagi kebal dari disrupsi teknologi.
Di tengah pesatnya perkembangan AI, pernyataan Horie menjadi cermin bahwa perubahan bukan lagi soal apakah, melainkan kapan dan seberapa cepat dunia kerja akan bertransformasi.
Diskusi loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pekerjaanpunahdieraAI.jpg)