Senin, 8 Juni 2026

Usai Bertemu Presiden Korea, PM Jepang Nyatakan akan Bubarkan Parlemen

Kementerian Dalam Negeri telah mengirimkan pemberitahuan darurat kepada komisi pemilihan di seluruh prefektur agar segera bersiap

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
X/Sanae Takaichi
PERTEMUAN BILATERAL - Presiden Korea Lee Jae-myung dan PM Jepang Sanae Takaichi bermain drum bersama sebelum meninggalkan Jepang Rabu ini (14/1/2026). 

Sejumlah sumber pemerintah menyebut Takaichi telah menyampaikan niat untuk membubarkan parlemen pada awal sidang reguler 23 Januari.

Seorang politisi senior Partai Demokrat Liberal (LDP) menilai, pemilu singkat ini bertujuan agar pembahasan RUU anggaran tahun fiskal baru tidak tertunda terlalu lama. 

“Mereka ingin kembali ke parlemen secepat mungkin,” ujarnya.

Partai-partai kini mempercepat persiapan.

LDP menggelar rapat maraton untuk menyelesaikan kandidat di daerah pemilihan yang belum final. 

Di sisi lain, Partai Demokrat Konstitusional juga mulai menyusun calon dan merumuskan janji kampanye.

Seorang pejabat pemerintah menyebut latar belakang pembubaran adalah berubahnya kerangka koalisi dan arah pemerintahan. 

“Karena fondasi pemerintahan berubah, perlu meminta kembali mandat rakyat,” katanya.

Namun, baik dari kubu pemerintah maupun oposisi, suara keraguan bermunculan, “Kami belum siap.” 

Di tengah ketidaksiapan itu, publik menanti pernyataan resmi Perdana Menteri Takaichi—apakah Jepang benar-benar akan memasuki pemilu kilat di tengah musim dingin, dan isu apa yang akan dipertaruhkan di hadapan rakyat.

Diskusi  pemerintahan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved