Konflik India dan Pakistan
Panas Lagi di Kashmir, India Tuduh Pakistan Luncurkan Drone Lintas Perbatasan Cari Celah Penjagaan
India menuding, Pakistan meluncurkan drone lintas perbatasan di Kashmir yang disengketakan untuk mencari celah penjagaan guna mengirim pasukan
Panas Lagi di Kashmir, India Tuduh Pakistan Luncurkan Drone Lintas Perbatasan
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Angkatan Darat India, Upendra Dwivedi, Selasa (13/1/2025) menuduh Pakistan meluncurkan drone di atas wilayah yang dikuasai India di wilayah Kashmir yang disengketakan.
Kashmir merupakan lokasi kedua negara yang memiliki senjata nuklir tersebut terlibat dalam bentrokan selama empat hari pada Mei tahun lalu.
Baca juga: Sentimen Negatif AS ke India Berlanjut, Benarkah 5 Jet F-16 Pakistan Dihancurkan Operasi Sindoor?
"Mereka telah diberitahu kalau hal ini (peluncuran drone lintas perbatasan) tidak dapat diterima oleh kami, dan bahwa hal ini harus dihentikan," kata Dwivedi kepada wartawan di New Delhi dalam konferensi pers.
Dia menambahkan kalau para pejabat yang bertanggung jawab atas operasi militer di kedua negara telah berbicara sebelumnya pada hari Selasa.
Tentara India melaporkan telah melihat beberapa drone terbang di atas desa-desa perbatasan yang dikuasai India pekan lalu.
Dwivedi berkomentar, "Saya yakin drone-drone ini bersifat defensif, dengan terbang di atas (wilayah kami) untuk mencari tahu apakah ada tindakan yang direncanakan terhadap wilayah tersebut."
Tidak ada tanggapan langsung dari militer Pakistan namun sejumlah analis menyebut kalau insiden ini kembali memanaskan kondisi di Kashmir.
Situasi Kembali Panas di Kashmir
Kashmir telah terbagi antara India dan Pakistan sejak kemerdekaan mereka dari pemerintahan Inggris pada tahun 1947.
Masing-masing mengklaim kedaulatan penuh atas wilayah Himalaya tersebut.
Pada Mei 2025, bentrokan pecah antara kedua negara yang berlangsung selama empat hari, beberapa minggu setelah New Delhi menuduh Islamabad mendukung serangan mematikan terhadap wisatawan di wilayah Kashmir yang dikelola India, tuduhan yang dibantah oleh Pakistan.
Bentrokan tersebut mengakibatkan kematian sedikitnya 70 orang, sementara kedua belah pihak menggunakan drone secara ekstensif, serta rudal dan artileri.
"Kami siaga penuh" di sepanjang perbatasan, kata Dwivedi.
Dia mencatat bahwa beberapa drone terbang rendah memasuki wilayah udara yang dikendalikan India dengan lampu menyala, menunjukkan bahwa sekitar 7 pesawat terbang pada hari Sabtu, dan dua atau tiga pada hari Minggu.
Dia percaya bahwa "kemungkinan besar mereka ingin mengetahui apakah ada celah atau kelemahan dalam pertahanan kita, celah apa pun yang dapat mereka manfaatkan untuk mengirimkan" pasukan bersenjata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Drone-di-Kashmir-India-Pakistan.jpg)