Iran Vs Amerika Memanas
Iran-AS Memanas, Arab Saudi Tidak Izinkan Wilayah Udaranya Digunakan dalam Serangan
Kepada Iran, Arab Saudi memberitahu tidak akan mengizinkan wilayah udara atau teritorialnya digunakan untuk melakukan serangan.
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat memperingatkan bahwa mereka dapat menanggapi tindakan keras pemerintah Iran terhadap protes.
- Iran mengatakan akan menyerang aset militer dan perkapalan AS jika terjadi serangan baru.
- Kepada Iran, Arab Saudi memberitahu tidak akan mengizinkan wilayah udara atau teritorialnya digunakan untuk melakukan serangan.
TRIBUNNEWS.COM - Arab Saudi memberitahu Iran bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayah udara atau teritorialnya digunakan untuk menyerangnya, demikian menurut dua sumber yang dekat dengan pemerintah Kerajaan kepada AFP, Rabu (14/1/2026).
Pesan tersebut disampaikan ketika Amerika Serikat memperingatkan bahwa mereka dapat menanggapi tindakan keras pemerintah Iran terhadap protes.
Sementara itu, Iran mengatakan akan menyerang aset militer dan perkapalan AS jika terjadi serangan baru.
AS diketahui memiliki aset militer di Teluk, termasuk di Arab Saudi.
“Arab Saudi telah memberi tahu Teheran secara langsung bahwa mereka tidak akan menjadi bagian dari tindakan militer apa pun yang dilakukan terhadapnya, dan bahwa wilayah dan wilayah udaranya tidak akan digunakan untuk tujuan itu,” kata sebuah sumber yang dekat dengan militer Saudi kepada AFP, Rabu, dikutip dari Al Arabiya.
Di sisi lain, salah satu diplomat senior Arab Saudi mengatakan, Riyadh terus mendorong dialog dan solusi damai di tengah meningkatnya risiko eskalasi militer antara AS dan Iran.
“Kami percaya pada dialog, dan kami percaya dalam menyelesaikan setiap perbedaan pendapat di meja perundingan,” kata Menteri Negara Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, Rabu, masih dari Al Arabiya.
Berbicara di Forum Mineral Masa Depan di Riyadh, al-Jubeir menekankan Kerajaan percaya bahwa ketidakstabilan tidak mendukung prospek pembangunan di wilayah mana pun.
“Kami berharap masalah dapat diselesaikan dengan cara itu," katanya.
Ketika didesak mengenai kemungkinan runtuhnya rezim Iran dan apa yang mungkin terjadi setelahnya, al-Jubeir memberikan tanggapan yang tajam.
“Keputusan itu sepenuhnya berada di tangan rakyat Iran. Saya rasa saya tidak berada dalam posisi untuk memberi tahu negara lain bagaimana seharusnya negara itu diperintah,” katanya, seraya menambahkan bahwa Arab Saudi dan seluruh dunia mengamati situasi ini dengan sangat cermat.
Baca juga: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi: Kerusuhan Didalangi Israel untuk Provokasi AS
Peringatan Iran
Iran telah memperingatkan negara-negara tetangga yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka akan menyerang pangkalan Amerika jika Washington melakukan serangan.
Hal ini disampaikan seorang pejabat senior Iran kepada Reuters pada Rabu (14/1/2026).
Amerika Serikat memiliki pasukan di seluruh wilayah tersebut, termasuk markas besar Komando Pusat di Al Udeid, Qatar, dan markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.
Saat ini, Iran berupaya untuk mencegah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk campur tangan atas nama para pengunjuk rasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/donald-trump-dan-Ali-Khamenei-iran.jpg)