Iran Vs Amerika Memanas
Amerika Sudah Bombardir Pulau Kharg: Baru Pembukaan dari Serangan Total Hari Rabu
Pejabat AS menyatakan serangan itu cuma bagian pembuka dari "serangan total" ke Iran yang sudah direncanakan Amerika.
Amerika Sudah Bombardir Pulau Kharg, Apa yang Kita Ketahui Sejauh Ini
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat mengatakan pihaknya telah menyerang target militer di pusat ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg.
Pun, AS menekankan kalau serangan tersebut tidak menargetkan fasilitas minyak.
Wakil Presiden AS, JD Vance mengakui serangan AS baru-baru ini di Pulau Kharg.
Baca juga: Jelang Deadline Serangan Total AS ke Iran, Arab Saudi Tutup Jembatan ke Bahrain
Meski begitu, dia menyiratkan kalau serangan itu cuma bagian pembuka dari "serangan total" ke Iran yang sudah direncanakan Amerika.
"JD Vance mengatakan kalau serangan tersebut tidak menandai "perubahan strategi" menjelang tenggat waktu pukul 8 malam Waktu Timur (Eastern Time/ET) pada Selasa malam yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz," tulis laporan CNN, dalam laporan perkembangan terbaru situasi di Timur Tengah, Selasa (7/4/2026) malam.
AS sebelumnya telah menyerang Pulau Kharg pada bulan Maret.
Komando Pusat AS mengatakan pada saat itu kalau 90 target telah dihantam, termasuk "fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker penyimpanan rudal, dan beberapa situs militer lainnya."
Pulau Kharg , sebuah gugusan karang di lepas pantai Iran, telah menjadi jalur ekonomi vital bagi Teheran yang menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah negara tersebut.
Inilah yang kita ketahui tentang pulau tersebut:
Apa itu Pulau Kharg?
Pulau Kharg adalah sebidang tanah sepanjang lima mil di lepas pantai Iran, sekitar sepertiga ukuran Manhattan, yang digambarkan oleh pejabat AS sebagai "pusat utama pasokan minyak Iran."
Dermaga-dermaga panjangnya menjorok ke perairan yang cukup dalam untuk menampung kapal tanker minyak super, menjadikan pulau ini lokasi penting untuk distribusi minyak.
Pulau ini telah lama menjadi kunci bagi perekonomian Iran.
Sebuah dokumen CIA yang dirahasiakan dari tahun 1984 yang dipublikasikan secara daring menyatakan bahwa fasilitas tersebut adalah "yang paling vital dalam sistem perminyakan Iran, dan pengoperasiannya yang berkelanjutan sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi Iran."
Menurut Badan Energi Internasional (IEA), jalur ekspor alternatif yang menghindari Selat Hormuz memang ada, tetapi terbatas dan belum diuji secara menyeluruh dalam skala besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pulau-Kharg-Ranjau.jpg)