Sabtu, 25 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump: Peradaban akan Musnah Malam Ini bila Iran Tak Capai Kesepakatan

Trump menegaskan bahwa peradaban akan berakhir jika Iran tidak segera menyepakati perjanjian

|
Penulis: Bobby W

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa "peradaban akan mati malam ini" jika Iran tidak menyepakati perjanjian untuk membuka Selat Hormuz sebelum tenggat waktu Rabu, 07.00 WIB
  • AS dan Israel dikabarkan terus meluncurkan serangan udara ke titik strategis Iran, termasuk Pulau Kharg hingga kawasan permukiman Shahriar yang memakan korban jiwa
  • Teheran hingga kini menolak proposal AS dan menuntut kompensasi perang, sementara IRGC mengancam akan memutus pasokan minyak dan gas dunia

 

TRIBUNNEWS.COM - Eskalasi ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran pada Selasa (7/4/2026) waktu setempat.

Trump menegaskan bahwa peradaban manusia akan berakhir pada hari Selasa ini jika Iran tidak segera menyepakati perjanjian sebelum tenggat waktu yang ditentukan.

Adapun Trump memberikan tenggat waktu kesepakatan hingga Selasa malam pukul 20.00 waktu setempat atau Rabu (8/4/2026) pukul 07.00 WIB.

"Seluruh peradaban akan mati malam ini, tidak akan pernah bisa kembali lagi. Saya tidak ingin hal itu terjadi, tetapi kemungkinan besar akan terjadi," tulis Trump dalam unggahannya di media sosial Truth Social.

AS Sasar Infrastruktur Vital lewat Serangan Udara

Pernyataan ini muncul menyusul gelombang serangan udara baru yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Serangan tersebut secara spesifik menargetkan infrastruktur strategis dan pembangkit energi.

Serangan ini tepat dilakukan sekitar dua belas jam sebelum batas waktu yang ditetapkan Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Salah satu target utama dalam serangan tersebut adalah Pulau Kharg, pusat minyak utama Iran yang menampung terminal ekspor terbesar.

Wilayah ini dianggap sebagai "urat nadi" ekonomi Teheran karena menangani sekitar 90 persen ekspor minyak negara tersebut.

Selain fasilitas energi, serangan terbaru juga menghantam setidaknya dua jembatan, jalan raya utama, hingga kawasan permukiman. 

Di kota Shahriar, sebuah bangunan tempat tinggal dilaporkan terkena proyektil ledakan yang menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai lima belas lainnya.

Serangan ini merupakan puncak dari rangkaian ancaman Trump yang sempat beberapa kali menunda tenggat waktu. 

Baca juga: AS Digoyang Gelombang Demo No Kings, Donald Trump Disebut Mulai Ditinggalkan Pendukungnya

Awalnya, Trump menetapkan batas waktu pada 23 Maret, kemudian bergeser ke 6 April.

Masa tenggang tersebut kemudian diundur lagi selama 24 jam hingga jatuh pada Selasa malam pukul 20.00 waktu setempat atau Rabu (8/4/2026) pukul 07.00 WIB.

KESEHATAN TRUMP - Gambar tangkap layar di media sosial yang menunjukkan kelainan pada wajah Presiden AS, Donald Trump. Sejumlah penampilan janggal Trump di depan publik telah memicu spekulasi seputar kesehatannya.
DONALD TRUMP - Gambar tangkap layar di media sosial yang menunjukkan kelainan pada wajah Presiden AS, Donald Trump. Sejumlah penampilan janggal Trump di depan publik telah memicu spekulasi seputar kesehatannya. (HO/IST/Tangkap Layar/mediasosial/sc.AP)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved