Rabu, 29 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Arab Desak AS Batalkan Serangan ke Iran Demi Cegah Potensi Perang Kawasan

Negara Teluk desak AS batalkan serangan ke Iran, khawatir gangguan Selat Hormuz picu krisis energi global. Menlu Iran klaim situasi sudah aman.

Tayang:
HO/IST
POROS BARU - Bendera Iran, Pakistan, dan Arab Saudi. Pengumuman pakta pertahanan baru antara Pakistan dan Arab Saudi pada September mendapat sambutan positif dari musuh bebuyutan Kerajaan sejak 1979: Republik Islam Iran. Negara Teluk desak AS batalkan serangan ke Iran, khawatir gangguan Selat Hormuz picu krisis energi global. Menlu Iran klaim situasi sudah aman. 

Hal ini bisa membuka peluang konflik lebih luas, tidak hanya antara AS dan Iran, tetapi juga melibatkan negara-negara regional seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta kelompok proxy di Irak, Suriah, dan Yaman.

Konflik dengan jangkauan luas ini meningkatkan risiko ketidakstabilan politik yang berkepanjangan di kawasan Teluk.

Menlu Iran Klaim Negaranya Sudah Terkendali

Bersamaan dengan desakan negara-negara Teluk Arab agar Amerika Serikat menahan diri dari tindakan militer terhadap Iran, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa situasi keamanan di negaranya kini sepenuhnya terkendali.

Pernyataan diungkap menyusul rangkaian unjuk rasa berdarah yang memicu perhatian internasional.

Dalam pernyataannya, Araghchi menyebut gelombang protes yang melanda Iran sejak akhir Desember 2025 telah berakhir, dan otoritas negara kini memegang kendali penuh atas kondisi di lapangan.

Berbicara dalam wawancara dengan Fox News, ia menepis kekhawatiran akan potensi ketidakstabilan lanjutan.

“Selama empat hari terakhir semuanya tenang. Tidak ada demonstrasi dan tidak ada kerusuhan,” ujar Araghchi, menegaskan klaim pemerintah bahwa fase krisis telah dilalui. Ia menambahkan bahwa aparat keamanan telah memastikan situasi berjalan normal, sehingga kehidupan masyarakat kembali stabil.

Selain itu, Araghchi juga mem bantah keras tudingan mengenai rencana eksekusi atau hukuman gantung terhadap para pengunjuk rasa.

Isu yang sebelumnya memicu kecaman luas dari komunitas internasional dan menjadi salah satu sumber tekanan diplomatik terhadap Teheran.

Pernyataan Araghchi disampaikan di tengah upaya pemerintah Iran untuk meredam kritik global atas penanganan demonstrasi, yang dipicu oleh tekanan ekonomi dan lonjakan inflasi, serta menjaga citra negara agar tetap terlihat stabil di mata dunia.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved