Selasa, 19 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Tanggapi Trump, Zelenskyy Bantah Halangi Negosiasi Rusia-Ukraina

Presiden Ukraina Zelensky menanggapi Trump dan membantah bahwa Ukraina menghalangi negosiasi Rusia-Ukraina untuk mengakhiri perang, sebut salah Rusia.

Tayang:
Website Presiden Ukraina
ZELENSKYY BERPIDATO - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Selasa (13/1/2026), memperlihatkan Presiden RUSIA VS UKRAINA - Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat mendengarkan laporan Dinas Keamanan Ukraina pada 10 Januari 2026. Pada 15 Januari 2026, Zelenskyy menanggapi Trump dan membantah bahwa Ukraina menghalangi negosiasi Rusia-Ukraina untuk mengakhiri perang, sebut salah Rusia karena terus menyerang. 
Ringkasan Berita:
  • Zelensky menanggapi pernyataan Trump yang menyebut dirinya menghambat perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.
  • Ukraina membantah menghalangi proses negosiasi, menegaskan bahwa serangan Rusia menunjukkan bahwa Moskow tak ingin mengakhiri perang.
  • Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.423, ketika Rusia melanjutkan serangan terhadap fasilitas energi di Ukraina.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina bukanlah penghalang perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.

Ia menolak komentar yang dibuat sehari sebelumnya oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Kami juga membicarakan kerja sama diplomatik dengan Amerika – Ukraina tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi penghalang perdamaian,” kata Zelenskyy dalam pidato video hariannya, Kamis (15/1/2026) malam, merujuk pada percakapan telepon dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

Zelenskyy mengatakan serangan berkelanjutan Rusia terhadap lokasi energi Ukraina dan target lainnya adalah bukti nyata mengapa negosiasi terhambat.

Menurutnya, hal itu menunjukkan Rusia tidak menginginkan perdamaian.

“Justru rudal-rudal Rusia, 'Shahed' Rusia (drone), dan upaya Rusia untuk menghancurkan Ukraina adalah bukti nyata bahwa Rusia sama sekali tidak tertarik pada perjanjian,” katanya, lapor Strait Times.

Zelenskyy kemudian berjanji bahwa Ukraina akan mengejar upaya diplomatik dengan lebih aktif.

Sementara di Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia setuju dengan Trump bahwa Zelenskyy menghambat kesepakatan, dan menambahkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan negosiator Rusia tetap terbuka untuk berdialog.

Sebelumnya, Reuters merilis wawancara dengan Trump di Gedung Putih, di mana Trump mengatakan Ukraina kurang siap dibandingkan Rusia untuk mencapai kesepakatan.

Ketika ditanya mengapa negosiasi yang dipimpin AS belum menyelesaikan perang yang hampir berlangsung selama empat tahun itu, Trump menjawab. "Zelenskyy."

Presiden dari Partai Republik itu mengatakan semua pihak membutuhkan persetujuan Zelenskyy untuk melanjutkan negosiasi.

Baca juga: Negosiasi Rusia-Ukraina Terhambat, Trump: Ini Karena Zelenskyyy

Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.423 pada Jumat (16/1/2026).

Perang Rusia–Ukraina pecah pada 24 Februari 2022 setelah Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke Ukraina. Invasi ini menjadi puncak dari ketegangan panjang antara kedua negara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Akar konflik bermula sejak runtuhnya Uni Soviet. Setelah itu, Rusia dan Ukraina berdiri sebagai negara merdeka dengan arah politik dan kepentingan keamanan yang semakin berbeda. Dalam perkembangannya, Ukraina memilih untuk mempererat hubungan dengan negara-negara Barat.

Langkah Ukraina yang ingin bergabung dengan NATO dan Uni Eropa dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya. Ketegangan meningkat tajam pada 2014, setelah Revolusi Maidan yang menggulingkan pemerintahan Ukraina yang dinilai dekat dengan Moskow.

Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok wilayah Krimea. Selain itu, konflik bersenjata juga pecah di kawasan Donbas antara militer Ukraina dan kelompok separatis yang mendapat dukungan Rusia. Meski berbagai upaya diplomasi internasional dilakukan, konflik tersebut tidak pernah benar-benar mereda.

Situasi memanas hingga akhirnya Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022. Rusia menyebut operasi militer itu sebagai upaya melindungi warga di Donbas, menjaga stabilitas keamanan, serta menolak perluasan NATO di kawasan Eropa Timur.

Sebagai respons, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan memberikan bantuan militer serta keuangan kepada Ukraina.

Hingga kini, perang masih berlangsung. Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya terus mendorong upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik, seiring dengan perkembangan situasi di lapangan yang terus berubah.

  • Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Kharkiv

Pasukan Rusia menghancurkan fasilitas energi besar di kota terbesar kedua Ukraina, Kharkiv, pada hari Kamis.

Wali kota Kharkiv, Ihor Terekhov mengatakan fasilitas itu merupakan  target terbaru dari kampanye udara musim dingin Moskow yang memutus aliran listrik bagi warga Ukraina

Wali kota itu mengatakan tim darurat bekerja sepanjang waktu, meskipun ia tidak merinci jenis fasilitas apa yang telah terkena serangan. 

Sementara gubernur regional Oleh Syniehubov mengatakan para pejabat sedang menilai tingkat kerusakan, lapor The Guardian.

  • Ukraina Lanjutkan Upaya Atasi Kerusakan

Zelenskyy mengatakan Ukraina melanjutkan upaya untuk mengatasi kerusakan akibat serangan Rusia

Presiden Ukraina juga mengatakan telah terjadi serangan baru di ibu kota pada Kamis pagi hingga malam hari. 

Wali kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan sekitar 300 gedung apartemen masih tanpa pemanas setelah serangan 9 Januari melumpuhkan pemanas di separuh gedung-gedung tinggi kota itu.

  • Inggris Umumkan Bantuan untuk Ukraina

Pada hari Jumat ini, Inggris mengumumkan dukungan energi darurat baru sebesar £20 juta untuk Ukraina setelah Zelenskyy mendeklarasikan keadaan darurat menyusul serangan berkelanjutan terhadap infrastruktur listrik negara itu. 

Zelenskyy bertindak saat tim darurat Ukraina berupaya memulihkan pemanas dan listrik di Kyiv dan kota-kota lain setelah serangan pekan lalu oleh Rusia melumpuhkan pasokan di tengah suhu di bawah nol derajat. 

Dukungan Inggris mencakup pendanaan yang bertujuan untuk menjaga agar listrik dan pemanas tetap menyala di rumah-rumah, rumah sakit, dan sekolah sepanjang musim dingin.

  • Sekjen NATO Berbicara dengan Zelenskyy

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte berbicara dengan Presiden Ukraina Zelenskyy untuk membahas serangan terbaru Rusia terhadap Ukraina

"Kami berbicara tentang situasi energi di Ukraina, dengan serangan Rusia yang menyebabkan penderitaan manusia yang mengerikan, serta tentang upaya yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang," tulis Mark Rutte di platform X pada hari Kamis.

Ia menegaskan NATO berkomitmen untuk memastikan Ukraina mendapat dukungan yang dibutuhkan.

“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa Ukraina terus mendapatkan dukungan penting yang dibutuhkan untuk mempertahankan diri saat ini dan pada akhirnya mengamankan perdamaian yang langgeng," lanjutnya. 

Dalam catatannya tentang percakapan tersebut, Zelenskyy mengatakan ia membahas “tantangan serius” yang ditimbulkan oleh serangan terbaru Rusia dan kebutuhan untuk memperkuat pertahanan udara Ukraina.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved