Konflik Rusia Vs Ukraina
Negosiasi Rusia-Ukraina Terhambat, Trump: Ini Karena Zelenskyy
Presiden AS Donald Trump sebut negosiasi Rusia-Ukraina untuk mengakhiri perang jadi terhambat karena sulitnya mendapat persetujuan Zelenskyy.
Ringkasan Berita:
- Trump mengatakan Putin siap untuk mengakhiri perang dengan Ukraina.
- Menurut Trump, hambatan dalam perundingan itu adalah sulitnya mendapat persetujuan Zelenskyy.
- Perang Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.422 ketika Zelenskyy keadaan darurat di sektor energi akibat serangan besar Rusia.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin siap untuk mengakhiri invasi ke Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Presiden AS mengatakan, Zelensky lebih berhati-hati dalam melanjutkan perundingan perdamaian.
"Saya rasa dia (Putin) siap untuk membuat kesepakatan," kata Trump kepada Reuters di Ruang Oval Gedung Putih, Rabu (14/1/2026).
"Tapi saya rasa Ukraina kurang siap untuk membuat kesepakatan," ujarnya.
Ketika ditanya apa yang menghambatnya, Trump hanya menjawab, "Zelenskyy."
“Kita harus mendapatkan persetujuan Presiden (Ukraina) Zelenskyy,” lanjutnya.
Komentar Trump mengindikasikan munculnya kembali rasa frustrasi terhadap pemimpin Ukraina.
Kedua presiden ini telah lama memiliki hubungan yang bergejolak, meskipun interaksi mereka tampaknya telah membaik selama tahun pertama Trump kembali menjabat.
Terkadang, Trump lebih bersedia menerima jaminan Putin begitu saja daripada para pemimpin beberapa sekutu AS, yang membuat Kyiv, ibu kota Eropa, dan para anggota parlemen AS, termasuk beberapa anggota Partai Republik, merasa frustrasi.
Rusia dan Ukraina masih berselisih mengenai isu kunci teritorial dalam perundingan perdamaian itu.
Hanya ada sedikit tanda bahwa Putin siap untuk melunakkan tuntutan maksimalisnya untuk mengakhiri invasi skala penuhnya.
Baca juga: Rusia Bombardir Kharkiv, Serangan Rudal dan Drone Sasar Rumah Sakit di Odessa
Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.422 pada Kamis (15/1/2026).
Perang Rusia–Ukraina meletus pada 24 Februari 2022 ketika Rusia melancarkan invasi militer skala besar ke wilayah Ukraina. Serangan tersebut menjadi puncak dari hubungan kedua negara yang selama bertahun-tahun diliputi ketegangan dan konflik kepentingan.
Konflik ini berakar sejak bubarnya Uni Soviet, yang membuat Rusia dan Ukraina berdiri sebagai negara merdeka dengan orientasi politik dan strategi keamanan yang kian berbeda. Seiring berjalannya waktu, Ukraina semakin memperkuat hubungan dengan negara-negara Barat.
Keinginan Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa dipandang Moskow sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional Rusia. Ketegangan kian memuncak pada 2014, menyusul Revolusi Maidan yang menggulingkan pemerintahan Ukraina yang dianggap dekat dengan Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Zelensky-Presiden-AS-Donald-Trump-34535345.jpg)