Amerika Versus Venezuela
Maduro Pilih Paspampres dari Kuba: 32 Personel Angkatan Darat dan Intelijen Diberi Pemakaman Resmi
Setelah penangkapannya, terungkap kalau Presiden Venezuela yang diculik Amerika ternyata memilih mengandalkan Paspampres asal Kuba.
Nicolas Maduro Pilih Paspampres dari Kuba: 32 Personel Angkatan Darat dan Intelijen Dapat Pemakaman Resmi
TRIBUNNEWS.COM - Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat pada awal Januari 2026 rupanya menyingkap soal ketergantungan sejumlah presiden sebuah negara pada pengawalan dan tim penasihat keamanan dari negara lain.
Sebagai catatan, penangkapan Maduro, yang dianggap Venezuela sebagai aksi penculikan terhadap kepala negara mereka, disertai oleh terbunuhnya sejumlah warga Kuba dalam insiden tersebut.
Ternyata, warga Kuba yang terbunuh berstatus dan bertugas sebagai bagian dari staf istana dan tim pengawalan Maduro dan unit pasukan pengamanan presiden (Paspampres).
Baca juga: Kombinasi Drone Canggih Plus Orang Dalam CIA, Cara AS Culik Presiden Venezuela
"Penangkapan Maduro dari istananya di ibu kota Venezuela, Caracas, menyusul bentrokan dengan pasukan AS, mengakibatkan kematian, sebagian besar di antara pengawal presiden, staf istana, dan lainnya," tulis laporan media dikutip dari Khaberni, Minggu (18/1/2026).
Kuba kemudian menggelar upacara militer resmi untuk menguburkan 32 anggota angkatan darat dan dinas intelijennya yang tewas selama operasi penangkapan presiden Venezuela tersebut.
Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel dan pejabat tinggi lainnya termasuk di antara mereka yang menghadiri pemakaman selama dua hari itu.
Maduro Pilih Paspampres Asal Kuba
Mengenai hubungan antara tentara dan perwira militer Kuba dengan Maduro, laporan media menunjukkan kalau presiden Venezuela yang ditahan Amerika tersebut lebih mengandalkan personel keamanan Kuba sebagai pilihan ketimbang militernya sendiri.
"Hal itu karena kurangnya kepercayaan Maduro terhadap militer dan lembaga keamanan Venezuela," tulis laporan tersebut.
Menurut laporan yang sama, setelah upaya pemberontakan sebelumnya di Venezuela, keyakinan mengakar dalam rezim Venezuela kalau perlindungan yang paling dapat diandalkan berasal dari lingkaran eksternal.
Lingkup eksternal yang dimaksud adalah mereka yang tidak memiliki ikatan keluarga, politik, atau keuangan di dalam negeri. Dalam konteks ini, Kuba, sekutu dekat, muncul sebagai pilihan.
Namun, tren ini telah memicu kontroversi di Venezuela selama bertahun-tahun.
Hal itu lantaran pihak oposisi percaya kalau kehadiran personel keamanan Kuba di lingkaran dalam presiden melanggar kedaulatan nasional dan digunakan untuk memperketat kendali atas angkatan bersenjata.
Perlu dicatat, akar kerja sama keamanan Venezuela dengan Kuba berawal dari era mendiang Presiden Hugo Chavez.
Saat era Chavez, para penasihat keamanan asal Kuba dibawa ke lingkaran dalam kekuasaan dengan tujuan melindungi rezim dari infiltrasi dan kudeta.
"Alur pengamanan ini berlanjut selama era Maduro, menjadi bagian tetap dari struktur pemerintahan," tulis laporan tersebut.
(oln/khbrn/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Prosesi-pemakaman-militer-Kuba-Nicolas-Maduro.jpg)