Senin, 27 April 2026

Amerika Versus Venezuela

Trump Raup Untung Besar, Sukses Jual Minyak Venezuela 30 Persen Lebih Mahal

Trump klaim AS raup untung besar usai jual minyak Venezuela 30% lebih mahal. Diskon menyempit, posisi tawar naik, peta geopolitik energi ikut berubah.

Facebook The White House
PRESIDEN AS DONALD TRUMP - Gambar diambil dari Facebook The White House pada Jumat (4/7/2025), memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam kunjungannya ke Iowa pada Kamis (3/7/2025). Trump klaim AS raup untung besar usai jual minyak Venezuela 30 persen lebih mahal berkat diskon harga yang menyempit dari 14 dolar AS menjadi sekitar 6 dolar AS di bawah Brent. 

Ringkasan Berita:
  • AS mengklaim berhasil menjual minyak Venezuela sekitar 30 persen lebih mahal setelah mengambil alih pengelolaan ekspor, berkat diskon harga yang menyempit.
  • Dengan menguasai jalur ekspor dan memasarkan langsung ke pasar likuid seperti kilang Pantai Teluk AS, risiko sanksi dan logistik berkurang, minyak Venezuela bisa dijual mendekati harga pasar global.
  • Strategi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan penjualan minyak, tetapi juga memperkuat pengaruh AS di pasar energi global.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa AS berhasil menjual minyak mentah Venezuela dengan harga sekitar 30 persen lebih tinggi.

Klaim tersebut disampaikan oleh Menteri Energi AS Chris Wright dalam sebuah acara di Asosiasi Energi AS pada Kamis (15/1/2026).

Wright mengatakan bahwa AS mampu mendapatkan keuntungan lebih besar ketika menjual minyak Venezuela di pasar global, dibandingkan dengan harga yang pernah dicapai Venezuela selama dipimpin Nicolás Maduro yang kini ditangkap oleh pasukan khusus AS akibat dugaan perdagangan narkoba.

“Kami mendapatkan harga jual sekitar 30 persen lebih tinggi ketika menjual barel minyak yang sama dibandingkan dengan harga jual tiga minggu lalu,” ujar Wright, tanpa merinci angka harga sebelum dan sesudah.

Strategi AS Jual Minyak Venezuela dengan Harga Lebih Tinggi

Dalam keterangan yang dikutip dari Reuters, Wright mengungkap bahwa penjualan minyak Venezuela oleh AS didorong oleh perubahan drastis dalam mekanisme pengelolaan minyak negara Amerika Selatan itu setelah intervensi militer dan perubahan pemerintahan.

Washington kini mengendalikan aliran ekspor minyak Venezuela dan memasarkan minyak tersebut langsung ke pasar global, termasuk ke kilang-kilang di Amerika Serikat.

Sebelum konflik dan penggulingan Maduro, Perusahaan Minyak Negara Venezuela (PDVSA) menjual minyak Venezuela jenis Merey-16 yang terkenal berat dibanderol dengan diskon lebih besar hingga 14 dolar AS per barel di bawah patokan Brent.

Diskon yang lebih dalam ini mencerminkan ketidakmampuan Caracas untuk menegosiasikan harga yang kompetitif di pasar global akibat tekanan hukum dan risiko pengiriman yang tinggi.

Namun setelah AS mengambil alih kontrol penjualan minyak, keadaan berubah.

Baca juga: AS Sita Kapal Tanker Keenam Terkait Venezuela di Laut Karibia, Caracas Segera Reformasi UU Minyak

Di bawah manajemen penjualan AS, minyak Venezuela yang ditawarkan untuk pengiriman ke Pantai Teluk AS kini hanya dijual dengan diskon sekitar 6 dolar AS per barel di bawah Brent, menunjukkan peningkatan posisi tawar di pasar komoditas global.

Strategi tersebut bisa dilakukan karena AS memiliki akses langsung ke pasar Pantai Teluk, di mana kilang-kilang besar mampu mengolah minyak berat Merey-16, meningkatkan minat pembeli yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan.

Hasil ini juga didorong oleh kerjasama perdagangan dan struktur pemasaran yang lebih efisien dibandingkan mekanisme ekspor sebelumnya.

Selain itu berkurangnya risiko sanksi dan hambatan logistik membuat minyak Venezuela dibeli dengan harga yang lebih mendekati harga acuan Brent, meskipun masih pada diskon karena pembeli tidak perlu menanggung risiko hukum atau biaya tambahan yang sebelumnya melekat pada minyak Venezuela sanksi.

Lebih lanjut di bawah kendali AS, minyak tersebut dipromosikan ke pasar yang lebih luas, termasuk kilang domestik dan jaringan global yang lebih stabil dan likuid.

Hal ini menempatkan minyak Venezuela dalam posisi tawar yang lebih kuat dibanding masa lalu ketika hanya tersedia melalui saluran yang penuh tantangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved