Amerika Versus Venezuela
Fakta Baru Penangkapan Maduro, AS Ternyata Punya Orang Dalam di Kabinet Venezuela
Cabello ternyata sudah jalin komunikasi secara diam-diam dengan AS beberapa bulan sebelum operasi penangkapan Nicolas Maduro
Ringkasan Berita:
- Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, menjadi sosok kunci yang membantu memuluskan operasi penangkapan Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat
- Cabello diketahui melakukan komunikasi rahasia dengan AS sejak awal masa pemerintahan Trump.
- Atas perintah AS, Cabello memastikan aparat keamanan (intelijen, polisi, dan militer) tidak ikut campur saat penangkapan Maduro terjadi, sehingga operasi berlangsung cepat dan tanpa kendala
TRIBUNNEWS.COM - Fakta baru terungkap dari operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026 lalu yang berlangsung begitu cepat dan tanpa kendala berarti.
Usut punya usut, sebelum melakukan operasi penangkapan tersebut, Amerika Serikat sudah memiliki orang dalam di Kabinet Pemerintahan Venezuela yang ikut memuluskan jalannya misi peringkusan Maduro secara cepat dan tepat.
Dikutip dari Reuters, Minggu (18/1/2026), sosok orang dalam yang memuluskan operasi militer AS dalam menangkap Maduro ternyata adalah sosok Menteri Dalam Negeri Venezuela yang beraliran keras, Diosdado Cabello.
Menurut beberapa sumber Reuters yang memahami persoalan tersebut, Cabello ternyata sudah menjalin komunikasi secara diam-diam dengan pemerintahan AS beberapa bulan sebelum operasi penangkapan Nicolas Maduro dilakukan.
Komunikasi dengan Cabello mencakup pembahasan mengenai sanksi yang dijatuhkan AS kepadanya serta dakwaan hukum yang ia hadapi.
Hubungan ini telah dimulai sejak hari-hari awal pemerintahan kedua Trump dan berlanjut hingga minggu-minggu menjelang penggulingan Maduro.
Empat sumber dari Reuters juga menyatakan bahwa pemerintah AS tetap menjalin kontak dengan Cabello pasca-kejatuhan Maduro.
Peran Cabello dalam Penangkapan Maduro
Dari sumber yang dimiliki Reuters, Pemerintah AS diketahui memberikan peringatan keras kepada Cabello agar tidak menggunakan layanan keamanan atau pendukung militan dengan pengawasan super ketat di hari penangkapan Maduro pada 3 Januari lalu.
Adapun aparat keamanan yang diminta AS untuk "tak ikut campur" dalam penangkapan Maduro mencakup dinas intelijen, kepolisian, dan angkatan bersenjata, Venezuela.
Kepatuhan Cabello atas intruksi AS tersebut juga bisa dilihat dari sebagian besar anggota dari aparat keamanan terkait tetap memiliki personel utuh setelah serangan AS
Cabello sendiri tak asing di telinga bagi para penegak hukum di AS yang mengurusi persoalan di Venezuela.
Nama Cabello sebelumnya juga turut disebutkan dalam dakwaan perdagangan narkoba AS yang sama dengan yang digunakan pemerintahan Trump sebagai dasar penangkapan Maduro.
Baca juga: Trump Gelar Makan Siang dengan Oposisi Maduro, Kursi Presiden Baru Venezuela Memanas
Namun demikian, Cabello tidak ikut ditangkap AS dalam operasi tersebut.
Informasi mengenai komunikasi ini merupakan bagian krusial dari upaya pemerintahan Trump untuk mengendalikan situasi di dalam negeri Venezuela.
Jika Cabello memutuskan untuk mengerahkan kekuatan yang ia kendalikan, hal itu dapat memicu kekacauan yang ingin dihindari Trump dan mengancam stabilitas kekuasaan Presiden Interim, Delcy Rodriguez.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-Dalam-Negeri-Venezuela-Diosdado-Cabello.jpg)