Amerika Versus Greenland
Pakar Hukum Internasional: Ambisi Donald Trump Bisa Picu Perang Dunia III, PBB Tak Berdaya
Pakar UI Hikmahanto Juwana menilai ancaman Perang Dunia III bukan dari konflik negara, melainkan ambisi Presiden AS Donald Trump.
Hungaria menjadi negara pertama yang secara terbuka menerima undangan tersebut. Perdana Menteri Viktor Orban, sekutu dekat Trump, menyebutnya sebagai “undangan terhormat”. Argentina, Maroko, dan Kanada juga dilaporkan telah bergabung. Rusia masih mempertimbangkan, sementara Presiden Vladimir Putin disebut tengah mempelajari detail proposal.
PBB sendiri telah memberikan mandat terbatas pada November lalu untuk mendukung rekonstruksi Gaza hingga 2027. Namun, Rusia dan China abstain karena menilai peran PBB dalam rencana tersebut tidak cukup jelas.
Sejumlah diplomat Eropa menyebut Board of Peace sebagai “PBB versi Trump” yang mengabaikan prinsip Piagam PBB. Presiden Majelis Umum PBB Annalena Baerbock bahkan memperingatkan bahwa meragukan peran PBB dapat membawa dunia ke “masa-masa yang sangat gelap”.
Di bawah Board of Peace, Trump juga membentuk struktur lain, termasuk Gaza Executive Board, yang berisi nama-nama seperti Menlu AS Marco Rubio, Jared Kushner, Steve Witkoff, Tony Blair, hingga Presiden Bank Dunia Ajay Banga. Komposisi badan ini menuai kritik, termasuk dari Israel, karena dinilai tidak dikoordinasikan dan melibatkan negara-negara yang keras mengkritik operasi militer di Gaza.
Trump menegaskan Board of Peace akan dimulai dari Gaza dan berkembang ke konflik lain. Namun, para pakar HAM memperingatkan bahwa badan ini berisiko menjadi struktur paralel di luar hukum internasional dan mengancam tatanan multilateral yang dibangun sejak Perang Dunia II.
Apakah Board of Peace akan menjadi terobosan perdamaian global atau justru alat kekuasaan baru, dunia kini menunggu dengan waspada.
(KOMPASTV/ABC/CNBC/TRIBUNNEWS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hikmahanto-juwana-jgnterpengaruhi.jpg)