Selasa, 28 April 2026

Polemik Kepemilikan Greenland

Adu Kekuatan Militer AS vs. NATO jika Perang Dunia III Pecah akibat Konflik Pencaplokan Greenland

Wacana pencaplokan Greenland memicu ketegangan AS–NATO. Jika perang pecah, adu kekuatan militer berisiko menyeret dunia ke Perang Dunia III.

Tayang:
USA Today
PASUKAN AMERIKA SERIKAT - Amerika Serikat belum akan menarik pasukannya dari Irak dalam waktu dekat demi memusnahkan kekuatan ISIS di negara itu. Wacana pencaplokan Greenland memicu ketegangan AS–NATO. Jika perang pecah, adu kekuatan militer berisiko menyeret dunia ke Perang Dunia III. 

Ringkasan Berita:
  • Wacana pencaplokan Greenland oleh Presiden AS Donald Trump memicu penolakan keras NATO karena dinilai melanggar hukum internasional.
  • AS unggul dalam teknologi militer, proyeksi kekuatan global, dan senjata nuklir, sementara NATO memiliki kekuatan besar dari gabungan 31 negara, dan personel melimpah.
  • Jika konflik pecah akibat Greenland, para analis menilai perang AS melawan NATO akan menjadi yang paling destruktif dalam sejarah modern, dengan dampak militer, ekonomi, dan kemanusiaan global.

TRIBUNNEWS.COM - Wacana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menjadikan Greenland sebagai bagian dari wilayah AS memicu kegelisahan serius bagi Pakta Pertahanan Atlantik (NATO).

Isu yang awalnya dianggap retorika politik kini berkembang menjadi kekhawatiran geopolitik global, menyusul pernyataan tegas Denmark yang menilai langkah tersebut berpotensi memicu konflik berskala besar.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan bahwa setiap serangan terhadap negara anggota NATO akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh aliansi.

Pernyataan ini mengacu pada prinsip dasar NATO yang tertuang dalam perjanjian pendiriannya, dimana agresi terhadap satu negara anggota mewajibkan respons kolektif dari seluruh anggota.

Greenland meski memiliki status semiotonom tetap merupakan wilayah kedaulatan Denmark dan secara otomatis berada di bawah payung NATO.

Pulau di Samudra Arktik ini memiliki nilai strategis tinggi karena letaknya yang krusial, kekayaan mineralnya, serta keberadaan Pangkalan Luar Angkasa Pituffik milik AS yang berfungsi sebagai sistem peringatan dini rudal balistik.

Pemerintahan Trump meyakini dengan menempatkan Greenland di bawah kendali Amerika, hal ini dapat menjamin kepentingan keamanan nasional AS.

Akan tetapi, NATO menolak keras gagasan pemerintahan Donald Trump untuk menempatkan Greenland di bawah kendali Amerika Serikat karena usulan tersebut dinilai bertentangan langsung dengan prinsip dasar aliansi, hukum internasional, dan stabilitas keamanan kawasan Atlantik Utara.

Selain itu, NATO berpandangan bahwa klaim keamanan nasional AS tidak dapat dijadikan pembenaran untuk perubahan status wilayah secara sepihak.

Jika skenario ekstrem terjadi, yakni AS melakukan invasi atau aneksasi paksa terhadap Greenland, konsekuensinya dinilai sangat besar.

Kondisi ini bahkan disebut-sebut dapat menjadi pemicu Perang Dunia III dan sekaligus mengakhiri eksistensi NATO seperti yang dikenal selama ini.

Berikut perbandingan kekuatan AS vs. NATO jika Perang Dunia III pecah karena persoalan Greenland, sebagaimana dikutip dari Newsweek.

Baca juga: Trump Tiba di Davos saat Eropa Menentang Ambisi AS Caplok Greenland

Kekuatan Militer Amerika Serikat

AS merupakan kekuatan militer tunggal paling dominan di dunia.

Dari sisi anggaran pertahanan, Washington menghabiskan dana lebih besar dibandingkan gabungan sebagian besar negara NATO lainnya.

Keunggulan AS terletak pada kemampuan proyeksi kekuatan global—kemampuan menyerang dan mempertahankan kepentingan militernya di hampir seluruh belahan dunia secara simultan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved