5 Populer Internasional: Trump dan Sekutunya Retak karena Greenland - Jenderal Elit China Dicopot
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya para pemimpin sayap kanan Eropa mengkritik rencana Donald Trump untuk mengambil alih Greenland.
2. Teheran Sesumbar Punya Rudal Lebih Gahar dari Perang 12 Hari Vs Israel, Trump Ragu Serang Iran?
Ketegangan di kawasan Teluk kian memuncak setelah Iran melontarkan gertakan keras sebagai respons atas pengiriman armada tempur Amerika Serikat.
Teheran sesumbar memiliki teknologi rudal terbaru yang jauh lebih mematikan dan presisi dibandingkan senjata yang mereka gunakan saat kontra Israel dalam perang 12 hari pada 2025 lalu.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik, menegaskan bahwa militer Iran tidak hanya meningkatkan kualitas, tetapi juga kuantitas cadangan rudal mereka sejak gencatan senjata Juni tahun lalu.
“Kapasitas kuantitatif dan kualitatif kekuatan rudal Iran telah meningkat pesat. Kemampuan pertahanan kami jauh lebih efektif berkat pengalaman tempur melawan Israel (tahun 2025),” ujar Talaei-Nik, dikutip dari kantor berita Tasnim, Sabtu (24/1/2026).
Jenderal Talaei-Nik menambahkan bahwa Iran sengaja merahasiakan spesifikasi kemajuan rudal terbarunya.
Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan "kejutan" fatal bagi musuh di waktu yang tepat.
Ia bahkan menilai retorika Amerika Serikat yang cenderung berubah-ubah sebagai bukti ketakutan Washington terhadap kekuatan pertahanan Iran.
"Retorika musuh yang ragu-ragu terhadap Iran membuktikan bahwa mereka takut akan kapasitas pertahanan dan kekuatan rudal kami," tegasnya.
3. Xi Jinping Pecat Jenderal Elit China usai Kepergok Jual Rahasia Nuklir ke AS
Presiden China Xi Jinping dilaporkan memecat seorang jenderal elit Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) setelah kepergok membocorkan informasi sensitif terkait program senjata nuklir China kepada Amerika Serikat.
Kasus ini langsung mengguncang jajaran tertinggi militer dan memicu perhatian luas di dalam maupun luar negeri.
Dugaan serius ini mencuat dalam laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sejumlah sumber anonim yang mengetahui pengarahan tingkat tinggi terkait penyelidikan tersebut.
Menurut laporan tersebut, sang jenderal diduga memberikan data teknis strategis kepada pihak asing, sebuah pelanggaran berat yang dikategorikan sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional.
Jenderal yang dimaksud adalah Zhang Youxia, 75 tahun, anggota Politbiro Partai Komunis China dan tokoh senior dalam struktur militer negara itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/parade-militer-China-di-Tiananmen-xi-jinping.jpg)