Senin, 27 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Analis: Target Tersembunyi dari Perang Iran-AS Mungkin China

Analis menilai konflik Iran dan Amerika Serikat berkaitan dengan kepentingan China.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Ringkasan Berita:


TRIBUNNEWS.COM - Saat AS dan Iran berupaya mencapai gencatan senjata, salah satu pertanyaan terbesar yang membayangi konflik ini mungkin bukan tentang Iran saja, melainkan tentang China, menurut analis.

Mengutip Forbes, pada 20 April, pemimpin China Xi Jinping secara terbuka menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz, sebagai tanda bahwa Beijing mengamati peristiwa tersebut dengan cermat.

Zineb Riboua, seorang peneliti di Hudson Institute yang mengkhususkan diri dalam pengaruh China di Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan dalam sebuah podcast Iran International pada 25 April bahwa signifikansi yang lebih luas dari serangan AS-Israel ke Iran mungkin terletak pada pelemahan posisi strategis China.

“Saya termasuk dalam kelompok yang berpikir bahwa ini tentang melemahkan China,” kata Riboua.

“Saya rasa pemerintah tidak mengatakannya seperti itu, tetapi saya pikir ini sangat penting.”

Selama berminggu-minggu, China menghindari komentar publik langsung tentang krisis Hormuz, meskipun sangat bergantung pada aliran energi dari Teluk Persia.

Riboua mengatakan, pernyataan Xi Jinping mencerminkan kecemasan China dan mungkin juga mengungkap keterbatasan pengaruh China terhadap Iran.

Riboua menambahkan bahwa intervensi Xi Jinping menunjukkan AS mungkin sedang mengubah status quo yang sebelumnya menguntungkan China.

Ia juga menambahkan bahwa China tetap bergantung pada kehadiran AS di Selat Hormuz dan mungkin tidak memiliki pengaruh yang cukup untuk menekan Iran secara langsung.

PERANG IRAN - Tangkap layar YouTube Iran International 25 April 2026, menampilkan Peneliti di Hudson Institute, Zineb Riboua. Ia menguraikan kekhawatiran China yang semakin meningkat terkait Selat Hormuz.
PERANG IRAN - Tangkap layar YouTube Iran International 25 April 2026, menampilkan Peneliti di Hudson Institute, Zineb Riboua. Ia menguraikan kekhawatiran China yang semakin meningkat terkait Selat Hormuz. (Youtube)

Mengapa Iran Penting bagi China

Mengutip Iran International, China merupakan pembeli utama minyak mentah Iran dan telah lama diuntungkan dari isolasi negara tersebut.

“China diuntungkan di tiga bidang,” kata Riboua.

Baca juga: Dari Pakistan, Menlu Iran Abbas Araghchi Terbang ke Rusia Temui Putin

“Yang pertama adalah minyaknya. Sebanyak 90 persen minyak Iran diekspor ke China dengan harga diskon.”

China adalah importir minyak mentah terbesar di dunia, dengan impor sekitar 11 juta barel per hari.

Oleh karena itu, China rentan terhadap gangguan apa pun di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak global.

Pembeli dari China dilaporkan mengambil lebih dari 80 persen ekspor minyak mentah Iran pada tahun 2025, sering kali dengan diskon 8 hingga 10 dolar AS di bawah harga Brent, sehingga memberikan pasokan murah yang bernilai tinggi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved