Iran Vs Amerika Memanas
Trump Isyarat Perang Terbuka: Siapkan Operasi Serangan Terarah, Bidik Elite Tinggi Iran
Trump siapkan opsi serangan terarah ke Iran. Armada AS sudah bergerak ke Timur Tengah, ancaman perang menguat meski keputusan final belum diambil.
Keraguan juga datang dari pihak Israel. Seorang pejabat senior Israel yang mengetahui perencanaan militer antara Washington dan Yerusalem mengatakan serangan udara saja tidak cukup untuk menggulingkan Republik Islam, jika itu memang menjadi tujuan Amerika Serikat.
“Jika ingin menggulingkan rezim, Anda harus mengerahkan pasukan darat. Bahkan jika Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas, Iran akan tetap memiliki pemimpin baru,” ujarnya.
Menurut pejabat tersebut, hanya kombinasi tekanan eksternal dan oposisi domestik yang terorganisir yang dapat mengubah arah politik Iran.
Meski kepemimpinan Teheran dinilai melemah akibat krisis ekonomi dan gelombang protes, aparat keamanan disebut masih memegang kendali penuh.
Iran Siap Hadapi Konfrontasi
Sementara itu merespon ancaman terbaru AS, seorang pejabat senior Iran mengatakan negaranya tengah bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi militer, sembari tetap memanfaatkan jalur diplomatik.
Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan sikap serupa melalui unggahan di platform X.
Iran menyatakan siap berdialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama, tetapi memperingatkan akan membela diri lebih keras dari sebelumnya jika diprovokasi.
Trump sendiri kembali mendesak Iran untuk duduk di meja perundingan terkait program nuklirnya.
Ia memperingatkan bahwa serangan AS di masa depan akan lebih parah dibandingkan kampanye pengeboman sebelumnya terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, seraya menyebut kapal-kapal perang AS di kawasan sebagai sebuah “armada” yang sedang bergerak menuju Iran.
(Tribunnews.com / Namira)