Rabu, 27 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Penasihat Khamenei: Setiap Serangan AS ke Iran akan Dibalas Langsung ke Jantung Israel

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran mengatakan, meluasnya perang di kawasan Teluk tidak bisa dihindarkan kalau AS menyerang Iran.

Tayang:
Ist
JANTUNG ISREAL - Rudal balistik Iran diluncurkan ke Israel pada perang terbuka Juni 2025. Iran mengancam akan membalas ke jantung Israel jika Amerika Serikat melakukan serangan ke Teheran. 

Penasihat Khamenei: Setiap Serangan AS ke Iran akan Dibalas Langsung ke Jantung Israel

TRIBUNNEWS.COM - Ali Shamkhani, seorang penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, mengatakan kalau setiap serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran akan dibalas dengan respons langsung yang menargetkan "jantung Israel".

Selain akan berdampak ke Israel, Shamkhani memperingatkan kalau negara-negara di kawasan Timur Tengah akan menghadapi dampak serius jika serangan AS ke Iran benar-benar terjadi.

Baca juga: Iran Gelar Latihan Militer dengan Tembakan Langsung, AS Peringatkan Jangan Mendekat ke Kapal Mereka

Negara-negara di kawasan itu, kata dia, sepatutnya "khawatir" tentang meluasnya cakupan konfrontasi tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan Al-Mayadeen TV, Shamkhani menegaskan:

"Pesan kami jelas, dan setiap langkah yang menunjukkan niat bermusuhan dari pihak musuh akan dibalas dengan respons yang proporsional, efektif, dan bersifat jera,".

Dia menekankan kalau respons (balasan) Iran mencakup "mengarahkan serangan jauh ke dalam entitas Zionis."

TIBA DI DEKAT IRAN - Tangkap layar yang menunjukkan kapal Induk Amerika Serikat beserta strike group-nya berupa jet-jet tempur dari beragam jenis. USS Abraham Lincoln yang dikirim AS untuk mengancam Iran dilaporkan sudah ditempatkan di Selat Hormuz di dekat Iran.
TIBA DI DEKAT IRAN - Tangkap layar yang menunjukkan kapal Induk Amerika Serikat beserta strike group-nya berupa jet-jet tempur dari beragam jenis. USS Abraham Lincoln yang dikirim AS untuk mengancam Iran dilaporkan sudah ditempatkan di Selat Hormuz di dekat Iran. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Meluasnya Perang Pasti Terjadi

Shamkhani juga menegaskan kalau Iran tidak membatasi skenario konfrontasinya hanya di laut, dan mencatat bahwa Teheran telah mempersiapkan diri untuk opsi yang lebih luas dan lebih canggih jika terjadi bentrokan militer. 

Ia juga memperingatkan bahwa "perluasan perang yang tak terhindarkan hingga mencakup negara-negara lain di kawasan ini harus menjadi perhatian bersama semua pihak,"

Shamkhani menekankan kalau pengalaman masa lalu telah menunjukkan bahwa perang apa pun di kawasan ini dengan cepat meningkat menjadi konflik besar di luar kendali mereka yang merencanakannya.

Shamkhani menekankan kalau Iran "akan mengambil langkah-langkah yang lebih substansial dan efektif" untuk mempertahankan keamanan nasional dan integritas wilayahnya, jika terjadi serangan.

Sistem persenjataan Iran dilaporkan tengah disiapkan untuk membalas serangan Israel yang menewaskan pemimpin polit biro Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran, Rabu (31/8/2024).
Sistem persenjataan Iran dilaporkan tengah disiapkan untuk membalas serangan Israel yang menewaskan pemimpin polit biro Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran, Rabu (31/8/2024). (Mehr News Agency)

Negara Teluk Bersipak Hati-hati

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat di tengah pernyataan Trump tentang armada militer besar-besaran yang menuju Iran, bersamaan dengan pembicaraannya tentang kemungkinan menggunakan opsi non-diplomatik (militer) jika kesepakatan tidak tercapai.

Hal ini bertepatan dengan laporan media kalau Washington telah memberi tahu sekutunya di Timur Tengah tentang kemungkinan melancarkan serangan militer terhadap Iran dalam beberapa hari mendatang, di tengah peringatan akan eskalasi regional yang luas.

Sebaliknya, Teheran mengancam akan memberikan respons yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dapat mencakup pangkalan AS dan Israel.

Sementara negara-negara regional melakukan upaya mediasi untuk mencegah kawasan tersebut terjerumus ke dalam konfrontasi skala penuh, di tengah sikap hati-hati dari negara-negara Teluk yang menolak untuk mengizinkan wilayah udara atau perairan mereka digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran.

 

(oln/khbrn/*)

 

 
 

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved