Rabu, 27 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Ketegangan Memanas Lagi, Iran Sebut AS Langgar Gencatan Senjata di Hormozgan

CENTCOM mengonfirmasi pasukannya menyerang lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran di sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
TERABAS BLOKADE AS - Ilustrasi kapal-kapal tanker di Selat Hormuz. Dilaporkan, kapal berentitas Iran mampu menerabas blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat. 

Ketegangan Memanas Lagi, Iran Sebut AS Langgar Gencatan Senjata di Hormozgan

Ringkasan Berita:
  • Iran menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata dengan melakukan operasi militer di wilayah Hormozgan dekat Selat Hormuz.
  • AS mengaku menyerang lokasi rudal dan kapal Iran sebagai tindakan “membela diri”.
  • Ketegangan baru ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur minyak dunia setelah kapal tanker juga dilaporkan terkena ledakan di dekat Oman.

 

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas meski kedua negara sebelumnya berada dalam fase gencatan senjata rapuh. 

Pemerintah Iran menuduh militer AS melakukan “pelanggaran terang-terangan” terhadap ceasefire melalui operasi militer di wilayah Hormozgan, dekat Selat Hormuz.

Dalam pernyataan resmi pada Selasa (26/5/2026), Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa setiap tindakan agresi dari Amerika Serikat tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

“Militer teroris AS terus melakukan tindakan ilegal dan tidak dapat dibenarkan sejak gencatan senjata berlaku. Dalam 48 jam terakhir, mereka melakukan pelanggaran besar terhadap ceasefire di wilayah Hormozgan,” tulis pernyataan tersebut.

Baca juga: Bukan Cuma Minyak, Iran Disebut Bisa Lumpuhkan Internet Dunia dari Selat Hormuz

CENTCOM Serang Lokasi Kapal Iran

Iran tidak menjelaskan secara detail insiden yang dimaksud.

Namun sebelumnya, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengonfirmasi pasukannya menyerang lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran di sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Washington menyebut operasi itu dilakukan sebagai langkah “membela diri”, dengan alasan kapal-kapal Iran diduga mencoba menanam ranjau laut di kawasan strategis tersebut.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran mengklaim pihaknya menembaki pesawat militer AS yang disebut mencoba memasuki wilayah udara Iran.

Situasi ini menunjukkan bahwa gencatan senjata antara kedua negara masih sangat rapuh.

Meski jalur diplomasi terus dibuka oleh mediator regional seperti Qatar dan Oman, bentrokan militer kecil masih terus terjadi di lapangan.

Ketegangan di Selat Hormuz menjadi perhatian dunia karena jalur ini merupakan salah satu rute distribusi minyak paling penting di dunia.

Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati kawasan tersebut setiap hari.

Karena itu, konflik Iran-AS tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga harga energi dan stabilitas ekonomi global.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved