Kamis, 4 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy: AS Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri pada Juni

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan AS minta perang Rusia-Ukraina diakhiri pada awal musim panas pada bulan Juni.

Tayang:

“Pemilihan (paruh waktu) jelas lebih penting bagi mereka (rakyat Amerika). Janganlah kita naif,” tambahnya.

Zelenskyy setuju dengan upaya AS yang menetapkan tenggat waktu bagi Rusia dan Ukraina.

“Jika Rusia benar-benar siap mengakhiri perang, maka sangat penting untuk menetapkan tenggat waktu," tegasnya, dikutip dari The Guardian.

Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang Rusia–Ukraina pecah secara terbuka pada 24 Februari 2022, ketika Rusia melancarkan serangan militer berskala besar ke berbagai wilayah Ukraina. Serangan ini menjadi klimaks dari ketegangan berkepanjangan antara kedua negara yang dipicu oleh perbedaan kepentingan politik, keamanan, serta rivalitas geopolitik di kawasan Eropa Timur.

Konflik Rusia dan Ukraina berakar sejak runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an. Sejak saat itu, kedua negara berdiri sebagai entitas merdeka dengan orientasi kebijakan yang semakin berlawanan. Ukraina secara bertahap mempererat hubungan dengan negara-negara Barat, terutama Uni Eropa dan Amerika Serikat, melalui kerja sama di bidang politik, ekonomi, hingga pertahanan.

Langkah Ukraina untuk mendekat ke Barat, termasuk upaya bergabung dengan NATO dan memperkuat integrasi dengan Uni Eropa, dipandang Rusia sebagai ancaman serius terhadap kepentingan strategis dan keamanan nasionalnya. Ketegangan meningkat tajam pada 2014, menyusul Revolusi Maidan yang menjatuhkan pemerintahan Ukraina yang dianggap pro-Rusia. Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok Semenanjung Krimea, sementara konflik bersenjata pecah di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Moskow.

Berbagai upaya diplomasi internasional sempat dilakukan untuk meredakan konflik, namun tidak berhasil menciptakan perdamaian yang berkelanjutan. Ketegangan terus bereskalasi hingga akhirnya Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi militer penuh ke Ukraina pada Februari 2022.

Pemerintah Rusia menyatakan bahwa operasi militer tersebut bertujuan melindungi warga di wilayah Donbas, menjaga stabilitas keamanan nasional, serta menentang perluasan pengaruh NATO di Eropa Timur. Namun, langkah tersebut memicu kecaman keras dari Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya, yang kemudian menjatuhkan sanksi ekonomi berat terhadap Rusia.

Menanggapi invasi Rusia, banyak negara Barat memberikan dukungan militer dan finansial dalam jumlah besar kepada Ukraina.

Perang masih berlanjut di tengah upaya negosiasi yang ditengahi oleh AS. Berikut perkembangan selengkapnya yang dirangkum dari berbagai sumber.

  • Rusia Luncurkan Serangan Besar ke Fasilitas Energi Ukraina

Rusia dilaporkan melancarkan serangan udara besar-besaran ke infrastruktur energi Ukraina pada Sabtu malam. 

Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan tersebut melibatkan lebih dari 400 drone dan sekitar 40 rudal yang menargetkan jaringan listrik, pembangkit, serta gardu distribusi di sejumlah wilayah, di tengah kondisi sektor energi Ukraina yang sudah tertekan akibat perang dan cuaca musim dingin ekstrem.

Pemerintah Ukraina mengecam serangan itu dan menyerukan respons internasional yang lebih tegas. 

"Setiap hari, Rusia bisa memilih diplomasi yang sesungguhnya, tetapi mereka memilih serangan baru," tulis Zelenskiy di X. 

"Sangat penting agar semua pihak yang mendukung negosiasi trilateral menanggapi hal ini. Moskow harus dilucuti kemampuannya untuk menggunakan sikap dingin sebagai alat tawar-menawar terhadap Ukraina," lanjutnya.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved