Cuaca Ekstrem Pengaruhi Pemilu Jepang, 18.537 TPS Tutup Lebih Cepat
Salju terberat dalam 36 tahun memaksa 18.537 TPS di Jepang menutup pemungutan suara lebih awal pada pemilu 8 Februari
Ringkasan Berita:
- Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang mengumumkan sebanyak 18.537 TPS akan menutup pemungutan suara lebih awal pada pemilu anggota parlemen 8 Februari
- Jumlah ini meningkat 724 TPS dibanding pemilu 2024, dipicu pemilu musim dingin terberat dalam 36 tahun.
- Wilayah utara seperti Aomori dan Niigata paling terdampak akibat salju lebat dan cuaca ekstrem.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang mengumumkan bahwa pada pemilu anggota parlemen Jepang (Shūgiin) yang akan digelar 8 Februari, sebanyak 18.537 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh negeri akan menutup pemungutan suara lebih awal dari waktu standar pukul 20.00. Total TPS di Jepang saat ini sebanyak 44642 lokasi.
"Jumlah TPS yang mempercepat waktu penutupan ini bertambah 724 lokasi dibandingkan pemilu anggota parlemen 2024," ungkap sumber di kementerian dalam negeri Jepang Minggu (8/2/2026).
Kenaikan tersebut diduga kuat dipengaruhi oleh pemilu musim dingin terberat dalam 36 tahun terakhir, yang menimbulkan berbagai kendala operasional, terutama di wilayah bersalju.
Secara regional, wilayah Jepang bagian utara tampak paling terdampak. Prefektur Aomori mencatat 182 TPS yang mempercepat penutupan—bertambah 102 lokasi dari pemilu sebelumnya.
Baca juga: Pemilu Jepang 2026 Dibayangi Deepfake hingga Video Palsu, Tokoh Politik Jadi Sasaran Fitnah
Sementara itu, Prefektur Niigata mengalami peningkatan 68 lokasi, sehingga total 673 TPS melakukan percepatan waktu penutupan.
Faktor curah salju tinggi dan kondisi cuaca ekstrem menjadi alasan utama.
"Undang-Undang Pemilu Jabatan Publik Jepang memperbolehkan percepatan waktu pemungutan suara hingga maksimal empat jam, asalkan memenuhi syarat tertentu," tambahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan ini juga dimanfaatkan untuk mengurangi beban kerja petugas pemerintah daerah, khususnya pada proses penghitungan suara.
Selain itu, Kementerian juga mengumumkan bahwa jumlah total TPS pada hari pemungutan suara mencapai 44.642 lokasi, berkurang 787 TPS dibandingkan pemilu 2024.
Penurunan ini terutama terjadi di daerah pedesaan akibat depopulasi dan konsolidasi fasilitas publik.
Sebaliknya, jumlah TPS pemungutan suara awal (early voting) justru meningkat 155 lokasi menjadi 6.548 TPS, mencatatkan angka tertinggi sepanjang sejarah.
Pemerintah menilai peningkatan ini sebagai upaya menjaga akses pemilih di tengah berkurangnya TPS reguler dan tantangan cuaca ekstrem.
Diskusi pemilu di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pemilu-jepang2222.jpg)