Iran Vs Amerika Memanas
Janji Iran jika Sanksi Negaranya Dicabut, Persediaan Uranium Bakal Dikurangi
Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Eslami mengatakan negaranya berjanji akan kurangi persediaan uranium jika sanksi dicabut.
Ringkasan Berita:
- Iran mengatakan bahwa pihaknya berjanji akan mengurangi kandungan uranium yang dimilikinya jika AS mencabut sanki terhadap Teheran.
- Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Eslami mengisyaratkan bahwa Teheran siap menunjukkan beberapa fleksibilitas terkait tuntutan AS untuk mengakhiri program nuklirnya dan mengadopsi kebijakan "pengayaan nol".
- Teheran dapat mempertimbangkan untuk mengurangi persediaan uranium yang diperkaya 60 persen, yang mendekati tingkat senjata nuklir.
TRIBUNNEWS.COM - Setelah menyatakan keinginan untuk melakukan negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat (AS), Iran mengungkapkan janjinya.
Sebelumnya, pemerintah Iran mengatakan kesiapannya untuk kembali ke meja perundingan dengan fokus khusus pada program nuklir.
Namun, di saat yang sama, Teheran secara tegas menolak kehadiran armada militer AS di kawasan Teluk yang dinilai sebagai bentuk intimidasi dan provokasi.
Kini, Iran berjanji jika sanksi negaranya dicabut, maka Teheran akan mengurangi persediaan uranium yang dimilikinya.
Pengurangan persediaan uranium ini dilakukan sebagai imbalan atas pencabutan semua sanksi yang dikenakan pada negara tersebut.
Janji tersebut dikemukakan oleh Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Eslami.
Berbicara kepada wartawan, Senin (9/2/2026), Eslami mengisyaratkan Teheran siap menunjukkan beberapa fleksibilitas terkait tuntutan AS untuk mengakhiri program nuklirnya dan mengadopsi kebijakan "pengayaan nol".
Washington telah lama menuduh Teheran berupaya menciptakan senjata nuklir, sementara Iran tetap mempertahankan programnya murni untuk tujuan sipil.
Teheran dapat mempertimbangkan untuk mengurangi persediaan uranium yang diperkaya 60 persen, yang mendekati tingkat senjata nuklir.
"Hal itu terjadi jika semua sanksi dicabut sebagai imbalannya," kata Eslami, mengutip Russia Today.
Kepala AEOI itu tidak mengatakan apakah usulannya hanya terkait dengan sanksi unilateral AS atau pembatasan yang dikenakan pada negara itu oleh negara lain juga.
Baca juga: Trump Ultimatum Kapal AS, Diminta Jauhi Laut Iran atau Hadapi Risiko Berat
Pernyataan tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menolak untuk menghentikan kegiatan pengayaan uranium, bahkan di bawah ancaman perang.
Araghchi menyatakan program nuklir sangat penting bagi negaranya.
"Pengayaan nol tidak akan pernah bisa kami terima. Oleh karena itu, kita perlu fokus pada diskusi yang menerima pengayaan di dalam Iran sambil membangun kepercayaan bahwa pengayaan tersebut dan akan tetap dilakukan untuk tujuan damai," kata Araghchi.
Meskipun AS dan Iran telah memiliki hubungan yang buruk selama beberapa dekade, hubungan tersebut memburuk dengan cepat setelah beberapa putaran pembicaraan yang tidak berhasil mengenai program nuklir yang diadakan awal tahun lalu.