NATO Mulai Operasi Arctic Sentry untuk Akhiri Masalah Greenland
NATO meluncurkan operasi Arctic Sentry untuk menyatukan latihan militer di kawasan Kutub Utara di bawah satu komando
Ringkasan Berita:
- NATO meluncurkan operasi Arctic Sentry untuk menyatukan latihan militer di kawasan Kutub Utara di bawah satu komando
- Langkah ini dilakukan setelah meningkatnya ketegangan akibat ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland
- Tujuan utama operasi adalah memperkuat keamanan menghadapi aktivitas Rusia dan minat China di Arktik.
TRIBUNNEWS.COM – NATO meluncurkan operasi militer yang disebut Arctic Sentry untuk meningkatkan keamanan di kawasan Kutub Utara, Rabu (11/2/2026).
Operasi ini diluncurkan sebulan setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan ketegangan dengan NATO melalui ancamannya untuk mencaplok Greenland.
Pada awalnya, seperti dikutip NBC News, Arctic Sentry bukanlah sebuah operasi militer dalam arti penempatan pasukan tempur.
Operasi ini tidak melibatkan penempatan pasukan secara permanen atau jangka panjang di wilayah tersebut di bawah naungan NATO.
“Yang benar-benar baru adalah untuk pertama kalinya kita akan menyatukan semua yang kita lakukan di Arktik di bawah satu komando,” kata Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte kepada wartawan di Brussels.
Ia mengatakan, hal itu akan membantu aliansi menilai celah keamanan mana yang perlu diisi.
Mengutip Defense News, Rutte mengatakan bahwa meskipun ia tidak dapat mengomentari semua informasi intelijen yang diterima NATO, pihaknya memiliki firasat yang jelas bahwa Rusia dan China semakin aktif di wilayah tersebut.
Ia membela kekhawatiran Trump tentang peningkatan kehadiran Rusia dan China di Arktik seiring dengan dibukanya jalur laut.
"Kita harus sangat waspada dan tidak naif, pada dasarnya itulah yang ia katakan," kata Rutte.
Menurut Rutte, Arctic Sentry akan menjadi "aktivitas peningkatan kewaspadaan" yang serupa dengan operasi Baltic Sentry dan Eastern Sentry milik aliansi tersebut, di bawah wewenang langsung Panglima Tertinggi Sekutu Eropa.
Denmark akan memberikan kontribusi substansial pada Arctic Sentry, kata Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Militer NATO Siapkan Misi Arctic Sentry, Antisipasi Rencana Trump Kuasai Greenland
Meski begitu, kementerian pertahanan Denmark mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan seperti apa operasi itu sebenarnya.
“Kerajaan Denmark telah lama mendorong NATO untuk memainkan peran yang lebih besar di Arktik, dan dalam beberapa bulan terakhir kami telah mengintensifkan upaya tersebut,” kata Lund Poulsen.
“Itulah mengapa saya sangat senang bahwa upaya ini sekarang menghasilkan tindakan nyata.”
Keamanan Wilayah Arktik
Keamanan Arktik telah menjadi agenda NATO dalam beberapa tahun terakhir.