Iran Vs Amerika Memanas
Dua Pesawat Amerika Lepas Landas dari Dua Negara Arab Dekati Perbatasan Iran
Pesawat pengintai anti-kapal selam P-8A Poseidon Angkatan Laut AS, bersama drone MQ-4C Triton Northrop Grumman, berada di dekat perbatasan Iran
Dua Pesawat Amerika Lepas Landas dari Dua Negara Arab Dekati Perbatasan Iran
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah pesawat pengintai P-8A Poseidon milik Amerika Serikat (AS) dilaporkan lepas landas dari Bahrain untuk kedua kalinya dalam beberapa hari terakhir dan terbang di atas Selat Hormuz.
Hal ini bertepatan dengan lepas landasnya pesawat lain milik AS dari Uni Emirat Arab (UEA) yang terbang di atas Teluk Oman.
Menurut data penerbangan, kantor berita Rusia Ria Novosti melaporkan pengamatan mereka soal keberadaan aset-aset militer AS di kawasan Teluk seiring meningkatnya ketegangan negara tersebut dengan Iran.
Baca juga: Datang ke Washington, Netanyahu Melobi Trump untuk Berperang dan Tidak Bernegosiasi dengan Iran
Lapora menyebut, pesawat pengintai anti-kapal selam P-8A Poseidon Angkatan Laut AS, bersama dengan drone MQ-4C Triton buatan Northrop Grumman, berada di dekat perbatasan Iran pada hari Rabu (11/2/2026).
"Berdasarkan jalur penerbangannya, Poseidon lepas landas dari Bahrain dan berputar di atas Selat Hormuz, sementara drone MQ-4C Triton lepas landas dari Abu Dhabi di Uni Emirat Arab dan terbang di atas Teluk Oman," tulis laporan tersebut dikutip Khaberni, Kamis (12/2/2026).
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump pada akhir Januari akan menyerang Iran.
AS kemudian mengerahkan kelompok penyerang Kapal Induk USS Abraham Lincoln, ke wilayah tersebut.
Gugus tugas angkatan laut AS yang dikerahkan di lepas pantai Iran ini ini disebut-sebut berkekuatan lebih besar dibandingkan dengan yang sebelumnya dikirim ke pantai Venezuela.
Trump menyatakan bahwa pihak berwenang Iran ingin mencapai kesepakatan mengenai program nuklir mereka, dan hanya mereka yang tahu apakah ada tenggat waktu untuk itu.
Skenario Serangan AS Jika Negosiasi dengan Iran Gagal
Menurut laporan di New York Times, Washington mengharapkan Teheran untuk mengambil langkah-langkah tambahan untuk meninggalkan proyek tersebut, termasuk penghentian total pengayaan uranium dan pembatasan produksi rudal balistik.
Pihak berwenang Iran menyerukan dimulainya kembali dialog mengenai isu nuklir berdasarkan kesetaraan dan saling menghormati.
Surat kabar yang sama mengindikasikan bahwa Amerika Serikat mungkin akan menggunakan berbagai cara, jika negosiasi gagal, seperti melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir dan rudal Iran,
Opsi lain adalah melakukan operasi militer kilat untuk melemahkan kepemimpinan Iran, atau bahkan melancarkan serangan darat ke wilayah Iran.
Namun, sumber surat kabar tersebut mengklarifikasi bahwa Trump belum memberikan persetujuan akhir untuk salah satu opsi tersebut.
Teheran menegaskan kesiapannya untuk menanggapi setiap upaya serangan oleh Amerika Serikat, meskipun terbatas, dengan menegaskan kalau jangkauan rudalnya cukup untuk mencapai pangkalan-pangkalan Amerika di wilayah tersebut.
(oln/ria/khbrn/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pesawat-pengintaian-dan-patroli-maritim-multi-misi-P-8A-Poseidon-milik-Angkatan-Laut-AS.jpg)