Iran Vs Amerika Memanas
Pakar: Jika Perang Lebih dari 3 Bulan, Iran dan AS Akan Kehabisan Persenjataan
Guru Besar dari UIN Jakarta Prof. Ali Munhanif buka suara perihal eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.
Ringkasan Berita:
- Guru Besar dari UIN Jakarta Prof. Ali Munhanif buka suara perihal eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.
- Ali menyatakan bahwa jika perang tersebut berlangsung lebih dari tiga bulan, maka mereka akan kehabisan persenjataan.
- Ia menjelaskan bagaimana kota-kota di Israel dibombardir oleh Iran dengan drone.
TRIBUNNEWS.COM - Guru Besar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Ali Munhanif buka suara perihal eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.
Ali menyatakan bahwa jika perang tersebut berlangsung lebih dari tiga bulan, maka mereka akan kehabisan persenjataan.
"Kalkulasi militer berbagai sumber mengatakan bahwa jika perang melebihi dari waktu 2 bulan-3 bulan ke depan, baik Iran maupun Amerika Serikat akan kehabisan logistik dan juga persenjataan dan fasilitas militer yang makin lama makin hancur khususnya di Tel Aviv (kota di Israel)," ujar Ali dalam tayangan di YouTube Kompas TV, Minggu (15/3/2026).
Pakar politik Timur Tengah itu menjelaskan bagaimana kota-kota di Israel dibombardir oleh Iran dengan drone.
Belum lagi, Iran akan meluncurkan misil jika drone-nya mulai tak efektif menyerang kota-kota di Israel.
"Maka dugaan saya (perang) akan lebih panjang dari apa yang kita harapkan," ungkapnya.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga mendapatkan tekanan dari dalam negeri karena ingin menambah anggaran perang melawan Iran.
Hal itu bisa menguras fondasi ekonomi AS sehingga berakibat pada sikap Kongres Amerika Serikat yang terus-menerus meminta pertanggungjawaban Donald Trump tentang update yang terjadi di Iran.
Menurut Ali, Trump memiliki karakter yang hanya fokus kepada dirinya sendiri. Ia mengabaikan aspek koordinasi di Washington dan tidak berhasil meyakinkan publik bahwa perang ini memiliki tahapan-tahapan.
Padahal, pada November 2026 mendatang AS akan melakukan pemilu sela untuk memilih anggota senat dan kongres.
Jika tak bisa mengantisipasi perang ini dengan baik, Trump terancam mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan senat dan kongres.
Baca juga: Iran Rudal Pangkalan Udara Al Kharj di Arab Saudi, Diklaim Jadi Tempat Parkir Pesawat Pengintai AS
"Kalau Trump serius ingin menjaga suaranya dan (Partai) Republik mendapat dukungan di senat dan kongres pada November mendatang, maka setidaknya 2 sampai 3 bulan mendatang mereka harus mempersiapkan diri dalam pemilu sela."
"Begitulah saya percaya bahwa jika ini dimungkinkan, maka mau tidak mau Trump harus menyelesaikan perang dalam hitungan 2 bulan ke depan," ungkapnya.
Gelombang Serangan Iran
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan serangan gelombang ke-51 sebagai balasan atas Amerika-Israel.
Serangan terbaru Iran berupa peluncuran rudal terhadap instalasi militer AS di sejumlah negara teluk.