Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Trump 'Serang' Presiden Israel, Desak Ampuni Netanyahu di Tengah Skandal Korupsi
Trump kecam Presiden Israel dan desak pengampunan untuk Netanyahu di tengah kasus korupsi. Herzog tegaskan keputusan harus sesuai hukum tanpa tekanan.
Ringkasan Berita:
- Trump kritik Herzog karena belum menggunakan kewenangan presiden untuk mengampuni Netanyahu, yang dinilai penting bagi stabilitas Israel di tengah konflik.
- Netanyahu masih hadapi kasus korupsi sejak 2020 terkait dugaan suap dan pengaruh media, serta tekanan hukum internasional dari ICC atas tuduhan kejahatan perang di Gaza.
- Herzog tegaskan supremasi hukum, menyatakan permohonan pengampunan masih ditinjau Kementerian Kehakiman dan keputusan akan diambil sesuai prosedur tanpa tekanan politik.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melayangkan serangan lewat kritik tajam kepada Presiden Israel Isaac Herzog, Jumat (13/2/2026).
Kritik ini dilontarkan agar Herzog segera memberikan pengampunan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang sedang menghadapi kasus dugaan korupsi.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menyoroti bahwa presiden Israel memiliki kewenangan konstitusional untuk memberikan pengampunan.
Namun, ia menilai keputusan Herzog yang belum mengambil langkah tersebut sebagai kegagalan dalam mendukung stabilitas pemerintahan.
Bahkan, Trump menyebut Herzog “seharusnya malu” karena tidak segera bertindak menggunakan kewenangannya untuk untuk melindungi pemimpin Israel tersebut.
Trump menegaskan bahwa Netanyahu merupakan sosok pemimpin yang kuat dan dibutuhkan Israel, terutama di tengah situasi konflik dan ketegangan keamanan di kawasan.
Menurutnya, proses hukum yang terus berjalan berpotensi melemahkan kepemimpinan Israel di tengah situasi perang dan ketegangan kawasan.
Karena itu, ia menilai pengampunan perlu diberikan demi stabilitas politik dan keamanan, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Kasus Hukum Netanyahu yang Masih Berjalan
Pernyataan keras tersebut tidak terlepas dari hubungan politik yang erat antara Trump dan Netanyahu.
Keduanya dikenal memiliki kedekatan selama bertahun-tahun dan sering menunjukkan kesamaan pandangan dalam berbagai isu strategis dan keamanan.
Dukungan Trump terhadap Netanyahu juga terlihat dari sikapnya yang cenderung meremehkan tuduhan korupsi yang menjerat pemimpin Israel itu.
Baca juga: Di Balik Layar Pertemuan 3 Jam Trump dan Netanyahu: Ketakutan Israel akan Rudal Iran Kian Menjadi
Netanyahu menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk dugaan menerima hadiah mewah sebagai suap serta upaya mempengaruhi pemberitaan media agar menguntungkan pemerintahannya. Persidangan kasus korupsi ini telah dimulai sejak tahun 2020.
Namun, proses hukum tersebut berjalan lambat dan beberapa kali tertunda akibat situasi keamanan dan konflik regional, termasuk perang di Gaza.
Meski begitu, Netanyahu terus membantah seluruh tuduhan dan menyatakan dirinya tidak bersalah.
Menurut hukum Israel, pengampunan presiden umumnya hanya dapat diberikan setelah adanya pengakuan bersalah.