Minggu, 12 April 2026

Kemacetan Jepang Capai 34 Persen, Tokyo Catat Lonjakan Tertinggi

Laporan TomTom 2025: Kemacetan global naik jadi 25 persen. Jepang peringkat ke-9 dunia, Kumamoto dan Kyoto paling terdampak

Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Richard Susilo
MASJID DI KUMAMOTO - Masjid Kumamoto yang banyak dikunjungi WNI yang domisili di Kumamoto. Dari 12 kota utama di Jepang yang dianalisis, Kumamoto mencatat tingkat kemacetan tahunan tertinggi sebesar 56,7 persen. Angka ini menjadikannya kota termacet di Jepang dan peringkat ke-13 di Asia. (Richard Susilo) 

Fukuoka menjadi satu-satunya kota yang masuk tiga besar dalam tiga kategori sekaligus: kecepatan rata-rata terendah, tingkat kemacetan tinggi, serta kerugian waktu akibat kemacetan, baik di pusat kota maupun wilayah metropolitan.

Tokyo Semakin Padat

Di Tokyo, tingkat kemacetan bulanan sepanjang 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan 2024 pada seluruh bulan, dengan peningkatan maksimum mencapai 8 persen.

Hari paling macet terjadi pada 8 Agustus 2025 pukul 17.00 menjelang libur Obon. Saat itu tingkat kemacetan mencapai 105 persen, dengan jarak tempuh hanya 3,6 kilometer per 15 menit.

TomTom menegaskan kemacetan tidak hanya mengurangi kenyamanan pengemudi, tetapi juga meningkatkan emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar fosil.

Selain itu, kemacetan berdampak pada penurunan produktivitas dan meningkatnya beban infrastruktur perkotaan.

Meski peningkatan volume lalu lintas dapat mencerminkan aktivitas ekonomi yang tinggi, kemacetan ekstrem berpotensi menjadi hambatan pertumbuhan dalam jangka panjang.

Pada Desember 2025, TomTom meluncurkan Area Analytics Tool yang memungkinkan analisis lalu lintas berdasarkan kota, wilayah khusus, hingga waktu tertentu.

Berbasis miliaran data dan jutaan sumber informasi global, perusahaan yang bermarkas di Amsterdam dengan sekitar 3.500 karyawan ini terus mengembangkan teknologi peta pintar dan sistem lalu lintas real-time untuk mendukung mobilitas masa depan.

Diskusi  beasiswa  di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved