Rabu, 29 April 2026

Apa Itu Racun Katak Panah yang Diduga Digunakan untuk Membunuh Alexei Navalny?

Alexei Navalny diduga dibunuh dengan racun epibatidin yang berasal dari katak panah beracun Amerika Selatan.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati

Alastair Hay, profesor toksikologi lingkungan di Universitas Leeds, mengatakan bahwa efek racun tersebut dapat menyebabkan saluran pernapasan tersumbat, sehingga siapa pun yang diracuni akan meninggal akibat sesak napas.

“Ditemukannya racun dalam darah seseorang menunjukkan adanya pemberian yang disengaja,” tambahnya.

“Toksisitas epibatidin bahkan dapat meningkat jika diberikan bersamaan dengan obat-obatan tertentu lainnya, dan kombinasi ini telah diteliti.”

Seberapa langka racun ini?

Epibatidin sangat langka dan hanya ditemukan di satu wilayah geografis serta dalam jumlah yang sangat sedikit, kata Johnson.

Diperkirakan katak panah yang disebut oleh Kantor Luar Negeri Inggris dan pihak lain adalah katak panah beracun Anthony, spesies endemik Ekuador dan Peru.

“Menemukan katak liar di tempat yang tepat, dengan makanan yang tepat untuk menghasilkan alkaloid yang tepat, hampir mustahil. Hampir,” kata Johnson.

“Ini adalah metode keracunan manusia yang sangat langka. Satu-satunya kasus keracunan epibatidin lain yang saya ketahui berasal dari laboratorium dan tidak fatal.”

Apa yang dikatakan Rusia?

Laboratorium-laboratorium Eropa mengonfirmasi bahwa Navalny meninggal akibat racun yang tidak lazim, kata sekutu pada Sabtu (14/2/2026).

Rusia sebelumnya mengklaim bahwa Navalny meninggal karena sebab alami.

Namun, istri Navalny, Yulia Navalnaya, secara konsisten menyatakan bahwa suaminya dibunuh menggunakan racun.

Kedutaan Besar Rusia di London membantah keterlibatan Moskow dalam kematian Navalny dan menyebut temuan itu sebagai “kelemahan pikiran para pendongeng Barat” serta “propaganda kematian”.

Juru bicara Kremlin, Maria Zakharova, dikutip oleh kantor berita negara Rusia Tass, mengatakan:

“Semua pembicaraan dan pernyataan ini merupakan kampanye informasi yang bertujuan mengalihkan perhatian dari masalah-masalah mendesak Barat.”

Saat meninggal, Navalny telah dipenjara selama tiga tahun dan kemudian dipindahkan ke koloni penjara Arktik.

Menurut laporan Rusia, pria berusia 47 tahun itu sempat berjalan-jalan sebentar, mengatakan merasa tidak enak badan, lalu pingsan dan tidak pernah sadar kembali.

Siapa Alexei Navalny?

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved