Apa Itu Racun Katak Panah yang Diduga Digunakan untuk Membunuh Alexei Navalny?
Alexei Navalny diduga dibunuh dengan racun epibatidin yang berasal dari katak panah beracun Amerika Selatan.
Mengutip Yahoo! News, Alexei Navalny adalah pemimpin oposisi Rusia terkemuka dan kritikus Presiden Vladimir Putin.
Ia meninggal di penjara Rusia pada 16 Februari 2024 setelah sebelumnya selamat dari upaya pembunuhan dengan agen saraf pada 2020.
Navalny telah lama dianggap sebagai musuh politik utama Putin, memimpin protes terhadap kecurangan pemilu dan korupsi pemerintah, serta beberapa kali ditangkap dan dipenjara dengan total hukuman lebih dari 30 tahun.
Navalny lahir pada 4 Juni 1976 di dekat Moskow.
Mantan pengacara ini menjadi terkenal pada awal 2000-an dan 2010-an karena memimpin pawai nasionalis serta mengungkap apa yang ia sebut sebagai praktik korupsi di kalangan elite Rusia, menggambarkan para pemimpin Kremlin sebagai penipu dan pencuri.
Seperti diberitakan Reuters, Navalny mengungkap kemewahan gaya hidup para pejabat senior, menggunakan internet bahkan drone untuk menampilkan kepemilikan properti mewah mereka.
Di antaranya: sebuah istana yang dibangun di Laut Hitam untuk penggunaan pribadi Putin; rumah-rumah mewah dan kapal pesiar milik mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev; serta seorang PSK yang menghubungkan seorang pejabat kebijakan luar negeri terkemuka dengan seorang oligarki terkenal, menurut Guardian.
Navalny juga memimpin protes di Rusia menentang kecurangan pemilu dan korupsi pemerintah.
Ia sempat ditangkap serta dipenjara selama 15 hari pada akhir 2011 karena menentang pejabat pemerintah di tengah demonstrasi pemilihan parlemen Rusia.
Pada 2020, Navalny jatuh koma setelah diduga diracuni saat berada dalam penerbangan dan dievakuasi ke Jerman untuk perawatan.
Ia pulih dan pada 2021 kembali ke Rusia, tetapi langsu7ng ditangkap atas tuduhan melanggar pembebasan bersyarat.
Ia dijatuhi hukuman penjara pertama dari serangkaian hukuman yang totalnya melebihi 30 tahun.
Pada Desember 2023, Navalny diam-diam dipindahkan dari penjara di sebelah timur Moskow ke koloni penjara yang dijuluki “Serigala Kutub” di kota Kharp, sekitar 1.200 mil timur laut Moskow.
Sehari setelah Natal, ia memposting serangkaian pesan di X dengan bercanda bahwa dirinya adalah “Santa Claus baru”.
Ia mengatakan kepada para pendukungnya, “Jangan khawatir tentang saya. Saya baik-baik saja.”
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)