Iran Vs Amerika Memanas
Rincian Penempatan Tentara AS di Dekat Iran: Pengerahan Pasukan Terbesar Amerika Sejak 2003
Angkatan udara di atas kedua kapal induk tersebut mencakup berbagai pesawat tempur, seperti F-35, F-22, F-15, dan F-16
Rincian Penempatan Tentara AS di dekat Iran: Pengerahan Pasukan Terbesar Sejak 2003
TRIBUNNEWS.COM - Kawasan Timur Tengah menyaksikan penumpukan peralatan militer Amerika Serikat (AS) yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Bagaimana tidak, AS mengerahan dua kapal induk dan sejumlah besar kapal serta kapal perusak, menyusul ancaman Washington yang kian keras gaungnya untuk melancarkan serangan terbatas terhadap Teheran jika kesepakatan mengenai program nuklir Iran gagal.
Baca juga: Viral Perwira CIA Sebut Trump akan Perintahkan AS Menyerang Iran Hari Senin atau Selasa
Pada Jumat (19/2/2026) kemarin, kapal induk USS Gerald R. Ford melintasi Selat Gibraltar—yang memisahkan Samudra Atlantik dari Laut Mediterania—dalam perjalanan menuju Timur Tengah.
USS Gerald R Ford ini dikawal oleh tiga kapal perusak.
Jumlah kapal AS di wilayah tersebut diperkirakan akan mencapai 17 kapal setelah kedatangan kapal induk tersebut.
Gerald Ford adalah kapal induk nuklir generasi modern, yang terbesar di dunia dan di Angkatan Laut AS.
Kapal ini dirancang sebagai platform serangan udara-laut terintegrasi, dengan panjang sekitar 337 meter, dan dapat menampung lebih dari 5.600 awak.
Kapal induk ini dilengkapi dengan teknologi modern untuk lepas landas dan pendaratan pesawat yang cepat, sayap udara yang terdiri dari puluhan pesawat tempur dan helikopter, serta sistem rudal dan pertahanan udara yang canggih.
Pengerahan Militer Terbesar
Kapal induk ini akan bergabung dengan kapal induk sejenisnya, USS Abraham Lincoln, sebuah kapal induk bertenaga nuklir yang digunakan untuk mengangkut dan mengoperasikan jet tempur dan helikopter, serta untuk mendukung operasi militer angkatan laut dan udara berskala besar.
Angkatan udara di atas kedua kapal induk tersebut mencakup berbagai pesawat tempur, seperti F-35, F-22, F-15, dan F-16, selain pesawat pengisian bahan bakar di udara KC-135 untuk mendukung operasi jarak jauh.
Para analis meyakini kalau dua kapal perang sebesar ini, disertai sejumlah besar kapal perusak, belum pernah berada di wilayah tersebut pada waktu yang bersamaan, menunjukkan kalau kemungkinan pecahnya konflik menjadi lebih besar daripada tercapainya penyelesaian.
Hipotesis ini merujuk pada peningkatan kekuatan militer Washington di wilayah tersebut, yang merupakan salah satu pengerahan militer AS terbesar sejak invasi Irak pada tahun 2003.
Washington juga telah memperkuat pertahanan udara berbasis daratnya di Timur Tengah.
Pangkalan-pangkalan Amerika terletak di beberapa wilayah di kawasan Teluk, tempat peralatan tambahan, termasuk jet tempur, helikopter, dan dukungan logistik untuk angkatan laut dan angkatan udara, ditempatkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapal-Induk-Amerika-Serikat-beserta-strike-group-nya-berupa-jet-jet-tempur.jpg)