Senin, 4 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy: Saya Yakin Putin Telah Memulai Perang Dunia III

Presiden Ukraina Zelenskyy yakin Presiden Rusia Vladimir Putin telah memulai Perang Dunia III dan Ukraina mencegahnya melalui perlawanan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Suci BangunDS
Website Presiden Ukraina
PRESIDEN UKRAINA ZELENSKYY - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Senin (23/2/2026), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 18 Februari 2026. Presiden Ukraina Zelenskyy yakin Presiden Rusia Vladimir Putin telah memulai Perang Dunia III dan Ukraina mencegahnya melalui perlawanan. 

Presiden juga menekankan jaminan keamanan harus disetujui oleh Kongres AS, dan bukan hanya oleh Presiden AS Donald Trump, karena presiden berganti, tetapi institusi tetap ada.

Ketika ditanya oleh pewawancara tentang tuntutan AS untuk mengadakan pemilihan umum, Zelenskyy mengatakan secara teknis hal itu mungkin dilakukan, tetapi pertama-tama diperlukan jaminan keamanan untuk Ukraina

Sementara itu, dia mengatakan bahwa dia belum memutuskan apakah akan mencalonkan diri lagi, lapor Suspilne.

Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang Rusia–Ukraina resmi meletus pada 24 Februari 2022, ketika Moskow melancarkan invasi militer besar-besaran ke berbagai kota strategis di Ukraina. Ledakan artileri dan pergerakan tank di perbatasan timur Eropa itu menandai babak baru konflik yang sejatinya telah lama bergejolak.

Perseteruan kedua negara berakar sejak bubarnya Uni Soviet pada awal 1990-an. Sejak merdeka, Ukraina perlahan menggeser orientasi politiknya ke Barat, menjalin kedekatan dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat. Langkah ini dipandang Kremlin sebagai ancaman terhadap pengaruh tradisional Rusia di kawasan Eropa Timur.

Ketegangan mencapai titik krusial pada 2014 melalui gelombang demonstrasi besar yang dikenal sebagai Revolusi Maidan. Pergantian kekuasaan di Kyiv yang dianggap condong ke Barat memicu respons keras dari Moskow. Rusia kemudian mencaplok Krimea dan konflik bersenjata pecah di wilayah Donbas, mempertemukan pasukan Ukraina dengan kelompok separatis pro-Rusia.

Berbagai jalur diplomasi sempat ditempuh, namun upaya tersebut gagal menghasilkan perdamaian jangka panjang. Situasi memuncak ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer skala penuh terhadap Ukraina pada Februari 2022.

Moskow berdalih operasi itu bertujuan melindungi warga berbahasa Rusia di Donbas serta membendung ekspansi NATO. Langkah tersebut memicu gelombang kecaman internasional, dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi berat terhadap Rusia, sekaligus mengalirkan bantuan militer dan finansial kepada Ukraina.

Di tengah perang yang masih berlangsung, berbagai upaya perundingan terus dilakukan, dengan AS sebagai penengah yang mendorong Rusia-Ukraina untuk kembali ke meja perundingan.

Berikut perkembangan perang Rusia-Ukraina pada hari ini, yang dirangkum dari berbagai sumber.

  • Korea Selatan Menegur Kedubes Rusia yang Pasang Spanduk Bernada Perang 

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan telah menyampaikan kekhawatiran kepada kedutaan Rusia di Seoul terkait spanduk besar yang tergantung di atas gedungnya yang bertuliskan "kemenangan akan menjadi milik kita" dalam bahasa Rusia.

Yonhap mengutip pejabat kementerian tersebut yang menyebut spanduk itu dapat memicu ketegangan yang tidak perlu dengan warga Korea Selatan dan negara lain.

Kementerian tersebut, menganggap kalimat dalam spanduk itu sebagai referensi terhadap perang Rusia di Ukraina.

Kedutaan Rusia belum menurunkan spanduk berisi pesan tersebut, yang digunakan Uni Soviet selama Perang Dunia Kedua.

Spanduk tersebut, dipasang menjelang peringatan empat tahun invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari mendatang.

  • Hongari akan Blokir Paket Sanksi Uni Eropa untuk Rusia

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved