Rabu, 6 Mei 2026

Pakistan Bombardir Afghanistan, Taliban Lancarkan Operasi Balasan

Konflik pecah! Pakistan & Taliban saling serang di perbatasan. Pesawat jatuh, puluhan tewas, dan warga mulai mengungsi

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto

Presiden Asif Ali Zardari menegaskan Pakistan tidak akan berkompromi soal kedaulatan dan integritas wilayahnya.

Bentrokan juga terjadi di area perbatasan Torkham, titik lintas utama kedua negara. Otoritas Afghanistan mengevakuasi kamp pengungsi setelah beberapa pengungsi terluka, sementara warga di sisi Pakistan mengungsi untuk menghindari tembakan mortir.

Garis Durand sepanjang 2.611 kilometer, yang tidak diakui secara resmi oleh Afghanistan, telah lama menjadi titik konflik.

Meskipun ada gencatan senjata yang dimediasi Qatar sebelumnya, ketegangan tetap tinggi. Pakistan menuduh Afghanistan menampung kelompok bersenjata Taliban Pakistan (TTP), tuduhan yang dibantah Taliban Afghanistan.

Baca juga: Taliban di Afghanistan Perintahkan Perempuan Kenakan Burka untuk Masuk Rumah Sakit di Herat

Para analis menilai perbatasan yang “berpori” memberi ruang aman bagi pejuang untuk mundur dari tekanan militer.

Tahun 2025 tercatat sebagai salah satu tahun paling penuh kekerasan dalam lebih dari satu dekade, dan tren 2026 menunjukkan tingkat kekerasan yang sama atau lebih tinggi. 

Mantan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, melaporkan Pakistan membombardir Kabul, Kandahar, dan Paktia, dan menegaskan rakyat Afghanistan akan membela tanah air mereka.

“Rakyat Afghanistan akan membela tanah air tercinta mereka dengan persatuan penuh dan menanggapi agresi dengan keberanian,” tulis Karzai. Ia menambahkan,

“Pakistan harus mengubah kebijakan, memilih jalan bertetangga baik, saling menghormati, dan menjalin hubungan beradab dengan Afghanistan,” katanya. (India Today/Al Jazeera)

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved