Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia, Ukraina, AS akan Lanjutkan Pertemuan di Abu Dhabi pada Awal Maret
Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan Rusia, Ukraina, AS akan melanjutkan pertemuan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada awal Maret 2026.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.465 pada Jumat (27/2/2026).
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan pertemuan trilateral antara Ukraina, Rusia, dan AS kemungkinan besar akan berlangsung di Uni Emirat Arab (UEA) pada awal Maret.
"Sudah ada kesiapan yang lebih besar untuk format trilateral berikutnya," kata Zelenskyy dalam pidato malamnya, Kamis (26/2/2026).
Zelenskyy menegaskan Ukraina perlu menyelesaikan apa yang telah dicapai sejauh ini.
"Kemungkinan besar, pertemuan selanjutnya akan berlangsung di Uni Emirat Arab – di Abu Dhabi. Kami memperkirakan formatnya akan berlangsung pada awal Maret. Kita perlu menyelesaikan semua yang telah dicapai sejauh ini untuk jaminan keamanan yang nyata dan mempersiapkan pertemuan di tingkat pemimpin – dan format inilah yang dapat menyelesaikan banyak masalah," jelasnya.
Dalam pidatonya, Zelenskyy juga menekankan pentingnya pertemuan di tingkat pemimpin.
"Para pemimpin memutuskan isu-isu kunci dan ketika menyangkut Rusia – rezim yang sangat personalistis – hal ini bahkan lebih relevan daripada di negara lain," ujarnya.
Sebelumnya, Zelenskyy mengatakan ia berbicara dengan para negosiator Ukraina Rustem Umierov, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional, Davyd Arakhamiia, pemimpin fraksi parlemen Partai Pelayan Rakyat, serta dengan perwakilan Presiden AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Pada hari Kamis, Umierov mengungkapkan mereka menyelesaikan putaran pembicaraan trilateral lainnya dengan AS, yang melibatkan Swiss, di Jenewa.
Setelah itu, perwakilan Ukraina dan AS berbicara dengan Zelenskyy.
Baca juga: Rusia dan Ukraina Bertukar Jenazah Tentara: 1.000 Jasad Berbanding 35 Jenazah
Setelah pertemuan tersebut, Umierov mengatakan putaran pembicaraan selanjutnya sedang dipersiapkan.
"Kami sedang berupaya menyelesaikan parameter keamanan, keputusan ekonomi, dan posisi yang disepakati yang akan menjadi dasar untuk pengaturan lebih lanjut. Tujuannya adalah untuk membuat pertemuan trilateral berikutnya yang melibatkan Amerika Serikat dan Rusia sesubstantif mungkin," kata Umierov, lapor Pravda.
Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang Rusia–Ukraina mulai berlangsung secara terbuka pada 24 Februari 2022. Saat itu, Rusia menyerang beberapa kota di Ukraina dengan serangan besar-besaran. Tembakan artileri dan masuknya pasukan darat menjadi tanda bahwa konflik yang sudah lama tegang akhirnya berubah menjadi perang terbuka.
Awal ketegangan sebenarnya sudah muncul sejak Uni Soviet bubar pada awal 1990-an. Setelah merdeka, Ukraina semakin dekat dengan negara-negara Barat seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat. Sikap ini dianggap Rusia sebagai ancaman terhadap pengaruhnya di wilayah bekas Uni Soviet.
Ketegangan semakin meningkat pada 2014 saat terjadi demonstrasi besar di Kyiv yang dikenal sebagai Revolusi Maidan. Perubahan pemerintahan Ukraina yang lebih condong ke Barat membuat Rusia bereaksi. Rusia kemudian mengambil alih wilayah Krimea, dan konflik bersenjata pecah di daerah Donbas antara tentara Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.
Berbagai upaya perundingan pernah dilakukan, tetapi tidak berhasil menciptakan perdamaian yang bertahan lama. Hingga akhirnya, pada Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer besar terhadap Ukraina.
Rusia menyebut serangan itu bertujuan melindungi warga berbahasa Rusia di Donbas dan mencegah perluasan NATO. Namun, tindakan tersebut mendapat kecaman dari banyak negara. Amerika Serikat dan negara-negara Barat kemudian menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia serta meningkatkan bantuan militer dan dana untuk Ukraina.
Di tengah perang yang masih berlangsung, berbagai upaya perundingan terus dilakukan, dengan AS sebagai penengah yang mendorong Rusia-Ukraina untuk kembali ke meja perundingan.
Berikut perkembangan perang Rusia-Ukraina pada hari ini, yang dirangkum dari berbagai sumber.
-
IMF Setuju Beri Pinjaman untuk Ukraina
Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui pinjaman selama empat tahun sebesar 8,1 miliar dolar AS untuk Ukraina, dengan 1,5 miliar dolar langsung dicairkan.
IMF menyatakan dana ini akan menjadi bagian dari paket bantuan internasional senilai 136,5 miliar dolar bagi Ukraina yang masih dilanda perang.
Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, menjelaskan bahwa pinjaman tersebut akan membantu menstabilkan kondisi keuangan Ukraina, memperbaiki neraca pembayaran, mendukung pemulihan ekonomi pascaperang, serta memperkuat langkah Ukraina menuju keanggotaan Uni Eropa.
-
Delegasi Ukraina Bertemu Delegasi AS di Jenewa
Pejabat Ukraina dan Amerika Serikat bertemu di Jenewa untuk membahas rencana rekonstruksi setelah perang, meskipun pembicaraan dengan Rusia masih mengalami kebuntuan.
Pemerintah Ukraina berharap detail penting dari kesepakatan dapat dirampungkan dalam pertemuan trilateral awal bulan depan.
Kepala negosiator Ukraina, Rustem Umerov, menyebutkan bahwa hasil pertemuan tersebut juga telah dilaporkan kepada Presiden Volodymyr Zelenskyy.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, setelah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump, menyampaikan bahwa pertemuan trilateral kemungkinan akan digelar di Abu Dhabi pada awal Maret.
Pertemuan itu diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka jalan bagi dialog langsung antara pemimpin Ukraina dan Rusia.
Utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, juga bertemu dengan pejabat AS di Jenewa.
Kantor berita RIA melaporkan bahwa Dmitriev tidak memberikan keterangan mengenai hasil pertemuan tersebut.
Sementara itu, Rustem Umerov mengatakan para perunding sedang membahas isu ekonomi dan keamanan agar pertemuan trilateral yang melibatkan AS dan Rusia nantinya bisa berjalan lebih substantif, lapor The Guardian.
-
Rumania Kerahkan Jet Tempur, Sebut Ada Drone Masuk Wilayah Udaranya
Rumania mengerahkan jet tempur setelah sebuah drone memasuki wilayah udaranya saat Rusia menyerang infrastruktur Ukraina di dekat perbatasan.
Ini merupakan pelanggaran kedua dalam dua hari berturut-turut.
Sebagai anggota Uni Eropa dan NATO, Rumania berbatasan langsung dengan Ukraina sepanjang 650 km dan beberapa kali mengalami pelanggaran wilayah udara serta jatuhnya puing drone sejak Rusia menyerang pelabuhan Ukraina di kawasan Sungai Danube.
-
Serangan Rudal Ukraina Menghantam Belgorod
Rudal Ukraina menghantam kota Belgorod di Rusia, menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas energi dan mengganggu pasokan listrik, air, serta pemanas.
Gubernur setempat menyatakan ini adalah serangan kedua dalam lima hari terakhir yang menimbulkan kerusakan serius di wilayah yang berjarak sekitar 40 km dari perbatasan Ukraina tersebut.
-
Rusia Klaim Tembak Jatuh Drone Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh 220 drone Ukraina dalam waktu sembilan jam, termasuk 24 drone yang menuju Moskow.
Dalam pernyataan terpisah, disebutkan 53 drone lainnya dihancurkan dalam kurun tiga jam hingga pukul 23.00.
Sebagian besar drone tersebut dicegat di wilayah Rusia bagian tengah, dengan 12 di antaranya disebut menargetkan ibu kota Moskow.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KOLASE-FOTO-putln-5333.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.