Iran Vs Amerika Memanas
Kondisi Presiden Masoud Pezeshkian usai Iran Diserang AS dan Israel, Ledakan Terjadi di Teheran
Setelah Israel dan AS meluncurkan serangan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan aman dan sehat.
Operasi militer AS diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari, demikian laporan Reuters mengutip seorang pejabat AS.
Militer Israel mengumumkan penutupan sekolah dan tempat kerja, dengan pengecualian untuk sektor-sektor penting, dan larangan penggunaan wilayah udara publik.
Israel menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil, dan otoritas bandara meminta masyarakat untuk tidak pergi ke bandara mana pun di negara itu.
Iran pun mengikuti langkah tersebut dan menutup wilayah udaranya hingga pemberitahuan lebih lanjut, setelah serangan dimulai.
Negara tetangga Irak dan negara Teluk Kuwait juga menutup wilayah udaranya.
Beberapa maskapai penerbangan melaporkan pembatalan penerbangan atau penjadwalan ulang perjalanan akibat serangan tersebut.
Beberapa penerbangan Flydubai terdampak oleh penutupan wilayah udara, kata juru bicara perusahaan tersebut.
Baca juga: Israel Serang Iran usai Donald Trump Ngambek soal Negosiasi Nuklir
Adapun Amerika Serikat dan Iran melanjutkan negosiasi pada bulan Februari 2026 untuk mencoba menyelesaikan perselisihan yang telah berlangsung selama beberapa dekade melalui diplomasi dan menghindari ancaman konfrontasi militer yang dapat meng destabilisasi kawasan tersebut.
Namun, Israel bersikeras bahwa setiap kesepakatan AS dengan Iran harus mencakup pembongkaran infrastruktur nuklir Teheran, bukan hanya menghentikan proses pengayaan, dan melobi Washington untuk memasukkan pembatasan program rudal Iran dalam pembicaraan tersebut.
Iran mengatakan pihaknya siap membahas pembatasan program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi, tetapi menolak untuk mengaitkan masalah tersebut dengan rudal.
(Tribunnews.com/Nuryanti)