Iran Vs Amerika Memanas
Kondisi Presiden Masoud Pezeshkian usai Iran Diserang AS dan Israel, Ledakan Terjadi di Teheran
Setelah Israel dan AS meluncurkan serangan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan aman dan sehat.
Ringkasan Berita:
- Ledakan terdengar di Teheran dan di kota-kota lain di seluruh Iran, Sabtu (28/2/2026).
- Sirene berbunyi di seluruh Israel sekitar pukul 8.15 pagi waktu setempat, yang menurut militer merupakan peringatan proaktif.
- Setelah Israel dan AS meluncurkan serangan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan aman dan sehat.
TRIBUNNEWS.COM - Israel melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Setelah itu, serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran berlangsung, yang menjerumuskan Timur Tengah ke dalam konfrontasi militer baru dan semakin meredupkan harapan untuk solusi diplomatik atas sengketa nuklir Teheran dengan Barat.
Diberitakan Al Arabiya, ledakan terdengar di Teheran dan di kota-kota lain di seluruh Iran.
Seorang pejabat pertahanan Israel mengatakan, operasi tersebut telah direncanakan selama berbulan-bulan dalam koordinasi dengan Washington, dan bahwa tanggal peluncurannya telah diputuskan beberapa minggu yang lalu.
Ledakan terdengar di Teheran pada hari Sabtu, menurut laporan media Iran, dan sirene berbunyi di seluruh Israel sekitar pukul 8.15 pagi waktu setempat, yang menurut militer merupakan peringatan proaktif untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi kemungkinan serangan rudal.
Kondisi Presiden Iran
Setelah Israel dan AS meluncurkan serangan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan aman dan sehat.
Kondisi ini sebagaimana dilaporkan media pemerintah Iran pada hari Sabtu, menyusul serangan AS dan Israel terhadap Republik Islam tersebut.
"Presiden Masoud Pezeshkian aman dan sehat dan tidak mengalami masalah," lapor kantor berita IRNA, bersama dengan kantor berita Mehr dan ISNA, Sabtu.
Di sisi lain, sebuah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi yang aman.
Serangan ini terjadi setelah perang udara selama 12 hari pada bulan Juni 2025 antara Israel dan Iran dan peringatan berulang dari AS dan Israel bahwa mereka akan menyerang lagi jika Iran melanjutkan program nuklir dan rudal balistiknya.
Sementara itu, Teheran mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan pembalasan terhadap serangan terbaru Israel dan AS dan mengklaim tanggapannya akan "menghancurkan," demikian laporan Reuters pada hari Sabtu mengutip seorang pejabat Iran.
Teheran sebelumnya mengatakan akan membela diri terhadap serangan apa pun.
Baca juga: Kedubes Iran Harap Pemerintah dan Rakyat Indonesia Kecam Serangan Israel dan Amerika Serikat
Kata Trump
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa Amerika Serikat telah memulai "operasi tempur besar-besaran" di Iran.
“Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran,” kata Trump dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial, dilansir Al Arabiya.