Iran Vs Amerika Memanas
Kedubes Republik Islam Iran Harap Pemerintah dan Rakyat Indonesia Kecam Serangan AS dan Israel
Kedubes Iran mengatakan serangan tersebut melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran.
Ringkasan Berita:
- Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengutuk serangan Amerika Serikat dan Israel ke Tehran dan kota lain, menyebutnya pelanggaran kedaulatan Iran dan Piagam PBB.
- Iran menegaskan akan menggunakan hak membela diri serta meminta Dewan Keamanan PBB segera bertindak atas agresi tersebut.
- Sementara itu, Donald Trump menyatakan serangan dilakukan untuk melindungi rakyat AS dan mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengutuk serangan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
AS dan Israel menyerang lokasi-lokasi sipil dan infrastruktur vital di ibu kota Iran, Tehran serta beberapa kota lainnya,
Kedubes Iran mengatakan serangan tersebut melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran.
Dalam pernyataan Kudubes Iran, serangan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel terhadap Republik Islam Iran merupakan pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan merupakan tindakan agresi yang nyata terhadap Republik Islam Iran.
Menanggapi agresi tersebut merupakan hak yang sah dan legitim Republik Islam Iran berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Iran akan menggunakan kekuatannya untuk bertahan.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya dalam rangka mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran dengan memberikan respons yang tegas dan kuat terhadap agresi rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat," demikian bunyi pernyataan Kedubes Iran yang diterima Tribunnews.
Sebagai negara pendiri PBByang tujuan utamanya adalah mencegah agresi, pelanggaran perdamaian, dan ancaman terhadap perdamaian, Republik Islam Iran menegaskan tanggung jawab Dewan Keamanan PBB segera mengambil tindakan dalam menghadapi pelanggaran perdamaian dan keamanan internasional akibat agresi terang-terangan rezim Zionis terhadap Iran.
Republik Islam Iran meminta Ketua dan para Anggota Dewan Keamanan untuk segera mengambil langkah dalam hal ini.
Iran dengan tegas mengecam tindakan agresif dan kriminal tersebut terhadap integritas teritorial Iran, serta memandang tindakan Washington dan Tel Aviv sebagai ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun internasional.
"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia berharap agar Pemerintah dan rakyat Indonesia, para tokoh politik, organisasi keagamaan dan Islam, kalangan akademisi, serta insan media untuk secara tegas dan terbuka mengecam dimulainya perang dan agresi terhadap wilayah Republik Islam Iran," kata Kedubes Iran.
Trump Sebut Serangan ke Iran demi Lindungi Rakyat AS
Presiden AS, Donald Trump mengungkapkan serangan dilakukan demi melindungi rakyat AS dari rezim Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
"Beberapa waktu lalu, militer AS memulai operasi serangan di Iran. Tujuan utama kita yakni melindungi masyarakat AS dengan mengeliminasi ancaman dari rezim Iran," katanya dikutip dari video yang diunggah di YouTube Gedung Putih.
Baca juga: Baru Tiba di Tanah Air, Prabowo Siap Bertolak ke Teheran Mediasi Konflik AS-Israel vs Iran
Ia mengatakan AS akan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir dan menuduh Teheran berupaya membanun kembali program nuklirnya dan mengembangkan rudal jarak jauh yang mengancam pihaknya dan sekutu.
"Kami akan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Kami akan memusnahkan angkatan laut mereka. Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka hingga ke tanah," tegasnya.