Sabtu, 11 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Rusia Kutuk Serangan Militer AS dan Israel Terhadap Iran  

Rusia mengutuk “serangan bersenjata tanpa provokasi” oleh militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Sabtu, 28 Februari 2026.

Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/dok. Middle East Monitor/Anadolu
KUTUK SERANGAN KE IRAN - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov berbicara di konferensi pers tahunan di Aula Konferensi Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow, Rusia, 20 Januari 2026. Rusia mengutuk “serangan bersenjata tanpa provokasi” terhadap Iran oleh AS dan Israel, Sabtu, 28 Februari 2026.  
Ringkasan Berita:
  • Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengutuk “serangan bersenjata tanpa provokasi” oleh militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Sabtu, 28 Februari 2026.
  • Rusia di Dewan Keamanan PBB siap memfasilitasi pencarian solusi damai berdasarkan hukum internasional, saling menghormati, dan keseimbangan kepentingan.

Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi, Lavrov mengatakan serangan terhadap Iran melanggar prinsip dan norma hukum internasional dan mengabaikan konsekuensi serius bagi stabilitas dan keamanan regional dan global.

Ia mencatat kesiapan Rusia, termasuk di Dewan Keamanan PBB, untuk memfasilitasi pencarian solusi damai berdasarkan hukum internasional, saling menghormati, dan keseimbangan kepentingan.

Lavrov juga menekankan perlunya segera menghentikan serangan terhadap Iran dan kembali ke resolusi politik dan diplomatik.

Araghchi memberi tahu Lavrov tentang langkah-langkah yang diambil oleh kepemimpinan Iran untuk menolak “agresi” AS dan Israel, dengan mengatakan bahwa Iran berencana untuk segera mengadakan pertemuan Dewan Keamanan PBB, menurut pernyataan tersebut.

Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu pagi dengan nama "Raungan Singa," dan menyatakan keadaan darurat "khusus dan segera" di seluruh negeri.

Baca juga: Penutupan Ruang Udara di Timur Tengah karena Perang AS-Iran Berimbas Sampai ke Bali

Presiden AS Donald Trump juga mengkonfirmasi "operasi tempur besar-besaran" di Iran yang bertujuan untuk membela rakyat Amerika dengan "menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran."

Kemudian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel dan AS telah memulai operasi gabungan melawan Iran untuk menghilangkan apa yang ia gambarkan sebagai "ancaman eksistensial" yang ditimbulkan oleh rezim Iran.

Baca juga: Kediaman Ali Khamenei di Teheran Hancur Total, Bagaimana Nasib Pemimpin Tertinggi Iran?

Serangan tersebut terjadi ketika pembicaraan antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir Iran sedang berlangsung di bawah mediasi Oman. Putaran pembicaraan baru di Jenewa berakhir pada hari Kamis.

Juni lalu, AS menyerang tiga situs nuklir Iran selama perang Israel-Iran selama 12 hari.

Sumber: MIddle East Monitor/Anadolu

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved