Iran Vs Amerika Memanas
BKSAP DPR Ingatkan Posisi Indonesia Harus Konsisten Non-Blok di Konflik Iran vs AS
BKSAP DPR RI mengingatkan agar Indonesia harus terus tegas berposisi sebagai negara non-blok di tengah konflik Iran vs AS.
Ringkasan Berita:
- Adde Rosi Khoerunnisa menegaskan Indonesia harus konsisten posisi non-blok di tengah konflik global AS-Iran.
- BKSAP DPR mendorong penguatan diplomasi parlemen untuk menjaga peran Indonesia sebagai penengah konflik.
- Jusuf Kalla menilai kepercayaan Iran menurun karena Indonesia dianggap condong ke Amerika Serikat.
TRIBUNNEWS.COM - Di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mengingatkan agar Indonesia harus terus tegas berposisi sebagai negara non-blok.
Anggota BKSAP DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menilai penting bagi Indonesia untuk menguatkan diplomasi parlemen di tengah dampak konflik global.
“Jadi kita tahu bahwa efek dari konflik global yang terjadi saat ini sudah amat-sangat nyata. Krisis ekonomi sudah akan terjadi, krisis pangan, kemudian juga krisis logistik dan lainnya,” ujar Adde, Rabu (8/4/2026).
Politisi Partai Golkar itu menilai, kondisi ini menuntut peran aktif BKSAP sebagai jalur diplomasi parlemen atau second track diplomacy untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Legislator daerah Dapil Banten I (meliputi Lebak dan Pandeglang) itu, menegaskan Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan posisi non-blok.
“Kita tidak ada di blok Amerika, tidak ada di blok Iran ataupun tidak ada di blok tengah, kita ingin ada di blok non-blok. Dan juga bisa melaksanakan diplomasi secara bebas aktif,” katanya.
Penguatan peran diplomasi parlemen, lanjut Adde, juga perlu didukung dengan konsistensi pernyataan resmi yang disampaikan pimpinan maupun anggota BKSAP di berbagai forum internasional.
“Oleh karena itu kita perlu penguatan dalam hal statement-statement diplomasi yang diberikan oleh baik itu pimpinan BKSAP ataupun anggotanya,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia sejak awal konflik telah berupaya mengambil posisi sebagai penengah untuk mendorong perdamaian.
Meski hingga saat ini, konflik Iran dengan AS-Iran masih berlangsung dan telah memasuki hari ke-41.
“Kita ingin semua negara melihat bahwa Indonesia di awal terjadinya konflik ini juga sudah mengusulkan bagaimana menjadi penengah, menjadi posisi tengah, posisi perdamaian,” ucapnya.
Baca juga: Bamsoet: Indonesia Harus Waspadai Dampak Ekonomi Meski Terjadi Gencatan Senjata
Adde juga berharap partisipasi Indonesia dalam berbagai forum parlemen internasional maupun forum global lainnya dapat memberikan dampak positif bagi upaya penyelesaian konflik.
“Keberadaan Indonesia dalam organisasi dunia ini bukan suatu hal yang murah, singkat, tetapi juga suatu hal yang memang perlu kita pantaskan keberadaannya,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan diplomasi bilateral dan dialog, khususnya dengan negara-negara yang terlibat konflik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/upacara-pengibaran-bendera-hut-ke-79-ri-di-pesisir-cilincing_20240817_203133.jpg)