Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Berduka usai Khamenei Tewas, Deklarasikan 40 Hari Masa Berkabung dan 7 Hari Libur Nasional

Disebutkan bahwa Khamenei terbunuh di kantornya saat "menjalankan tugas yang diberikan kepadanya" pada Sabtu (28/2/2026) dini hari.

Penulis: Rifqah
Editor: Bobby Wiratama

Selain dikenal sebagai tempat tinggal Khamenei, Beit-e Rahbari juga merupakan lokasi strategis untuk menjamu pejabat-pejabat senior Iran

Berdasarkan foto udara, struktur bangunan yang menjadi kediaman langsung Khamenei beserta perimeter keamanan di sekitarnya tampak telah rata dengan tanah. 

Analisis dari para ahli menunjukkan bahwa pola kawah dan dampak ledakan yang terlihat konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker (bunker-buster).  

Senjata jenis ini dirancang khusus untuk menembus lapisan beton bangunan guna menghancurkan fasilitas bawah tanah yang diperkuat.

Sekilas Tentang Khamenei

Dilansir Al Jazeera, lahir pada tahun 1939 di kota suci Syiah Mashhad di timur laut Iran, Khamenei adalah putra seorang pemimpin Muslim terkemuka dan etnis Azerbaijan dari negara tetangga Irak. 

Keluarga tersebut pertama kali menetap di Tabriz di barat laut Iran sebelum pindah ke Mashhad, tempat yang disukai oleh para peziarah agama, di mana ayah Khamenei memimpin sebuah masjid Azerbaijan.

Khamenei memulai pendidikannya pada usia empat tahun, mempelajari Al-Quran, dan menyelesaikan pendidikan dasar di sekolah Islam pertama di Mashhad. 

Ia tidak menyelesaikan sekolah menengah atas, melainkan bersekolah di sekolah teologi dan belajar dari ulama Islam terkemuka pada masanya, seperti ayahnya, dan Syekh Hashem Ghazvini. 

Pada tahun-tahun berikutnya, ia melanjutkan studinya di pusat-pusat pendidikan tinggi Syiah yang lebih bergengsi di Najaf dan Qom.

Khamenei diketahui mengambil alih kepemimpinan Republik Islam pada tahun 1989 setelah kematian Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin karismatik yang telah mempelopori revolusi Islam satu dekade sebelumnya.

Meskipun Khomeini adalah kekuatan ideologis di balik revolusi yang mengakhiri kekuasaan monarki Pahlavi, Khamenei-lah yang membentuk aparat militer dan paramiliter yang menjadi pertahanan Iran terhadap musuh-musuhnya, dan memberinya pengaruh yang meluas jauh melampaui perbatasannya.

Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, Khamenei telah memimpin Iran sebagai presiden melalui perang berdarah dengan Irak pada tahun 1980-an. 

Konflik yang berkepanjangan, ditambah dengan rasa isolasi di antara banyak warga Iran karena negara-negara Barat mendukung pemimpin Irak Saddam Hussein, memperdalam ketidakpercayaan Khamenei terhadap Barat secara umum dan Amerika Serikat secara khusus, kata para analis.

Sentimen tersebut akan menjadi landasan pemerintahannya yang berlangsung selama beberapa dekade dan memperkuat gagasan bahwa Iran harus tetap dalam keadaan siaga terus-menerus terhadap ancaman eksternal dan internal.

Iran diserang

Adapun, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran pada Sabtu (28/2/2026) yang memicu ledakan di ibu kota Teheran dan peningkatan ketegangan di seluruh kawasan. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved