Iran Vs Amerika Memanas
Khamenei Tewas, Mantan Dubes RI untuk Iran: Perang Bisa Lebih Lama
Dian Wirengjurit mengatakan, kematian Ayatullah Ali Khamenei bisa menyebabkan perang antara Iran dengan Israel-AS berlangsung lebih lama.
"Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah."
"Darah suci pemimpin tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang bergemuruh dan akan melenyapkan penindasan serta kejahatan Amerika-Zionis," ujarnya, dikutip dari Aljazeera, pada Minggu.
Presiden Iran juga menegaskan bahwa pemerintahannya, dengan dukungan bangsa Islam dan masyarakat dunia yang disebutnya sebagai “kaum bebas”, akan memastikan para pelaku dan pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut menyesal atas tindakan mereka.
Selain pernyataan politik yang keras, Pezeshkian mengumumkan penetapan tujuh hari libur nasional serta 40 hari masa berkabung sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Khamenei.
Diberitakan sebelumnya, media pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Ayatullah Ali Khamenei dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap negara tersebut.
Laporan yang sama menyebut putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban.
Selain itu, media pemerintah melaporkan sedikitnya 108 orang tewas akibat serangan di sebuah sekolah di Iran selatan.
Secara keseluruhan, korban jiwa disebut mencapai sedikitnya 201 orang yang tersebar di 24 provinsi.
(Tribunnews.com/Deni/Chaerul)